Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026
Tajuk

Usut Penyimpangan di BUMN

- Jumat, 06 Desember 2019 13:27 WIB
1.120 view
Usut Penyimpangan di BUMN
katadata.co.id
Ilustrasi Kantor BUMN
Erick Thohir menunjukkan "taring"-nya, ucapannya akan mencopot Direktur Utama (Dirut) Garuda ternyata terbukti. Gusti Ngurah Askhara diberhentikan terkait dugaan penyelundupan sepedamotor Harley Davidson, sepeda dan barang lainnya melalui pesawat Garuda, Airbus 330-900 Neo. Tak berhenti hanya pencopotan, kasus ini akan di bawa ke ranah hukum.

Tindakan penyelundupan tersebut bukan hanya kasus perdata, tetapi pidana yang menimbulkan kerugian negara. Apalagi pelakunya merupakan dirut sehingga mencoreng nama Garuda dan negara. Harusnya sebagai bos BUMN pelat merah paham tentang aturan tentang membawa barang dari luar negeri.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan total potensi kerugian negara adalah Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar. Satu unit Harley Davidson sekitar Rp800 juta. Ada dugaan modus ini sudah berlangsung lama dengan memanfaatkan Garuda.

Laporan Komite Audit baru berhasil mengungkap kasus ini. Ari disebut telah menginstruksikan untuk mencari motor klasik itu sejak 2018. Adapun pembelian dilakukan pada April 2019. Jadi perlu penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kasus lain dengan modus serupa.

Langkah Erick Thohir patut diapresiasi dan didukung. Menjadi pimpinan di BUMN merupakan amanah dan harus taat dengan aturan yang ada. Apalagi mereka diberi gaji dan tunjangan tinggi. Sungguh memalukan jika masih korupsi atau memanfaatkan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Kejaksaan dan KPK secara proaktif bisa masuk ke kasus ini. Potensi kerugian negara sekitar Rp 1 miliar sudah memadai bagi KPK untuk mengusutnya. Kenapa harus diusut, bukan karena kerugian negara, tetapi untuk mengungkap kasus lain yang digunakan dengan modus serupa.

Ini merupakan momentum bagi KPK masuk ke BUMN. Membenahi BUMN tak cukup hanya perbaikan manajemen. Penegakan hukum diperlukan sebagai terapi kejut bagi yang masih ingin bermain-main di BUMN.
Kasus ini mesti menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Penunjukan direksi BUMN sebaiknya makin selektif. Tak cukup hanya cakap saja, tetapi juga memiliki integritas tinggi.

Jalan panjang bagi Erick Thohir untuk membenahi BUMN masih terbentang di depan. Perusahaan-perusahaan pelat merah perlu revolusi mental. Masih ada resistensi terhadap perubahan yang dilakukan pemerintahan Jokowi. (**)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru