Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026
Tajuk

Mendorong UMKM Naik Kelas

- Selasa, 10 Desember 2019 10:34 WIB
429 view
Mendorong UMKM Naik Kelas
faseberita.id
Ilustrasi UMKM Indonesia
Banyak persoalan membelit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air. Antara lain tidak melek bank sehingga penambahan pendanaan melalui kredit sering terkendala khususnya terkait persyaratan agunan. Akibatnya bank tidak percaya dan enggan menyalurkan dana kepada mereka.

Itu sebabnya pemerintah menciptakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Caranya membuat kebijakan skema kredit program penjaminan KUR. Pemerintah memberikan jaminan atas nama debitur UMKM yang memperoleh kredit perbankan.

Harapannya tentu untuk mengembangkan kapasitas UMKM agar lebih optimal. Sayangnya, menurut Presiden Jokowi, ada sejumlah praktek curang yang dilakukan bank-bank pelaksana kredit usaha rakyat (KUR), baik BUMN maupun swasta. Pertama, masih ada bank yang meminta syarat jaminan atau collateral bagi penerima KUR karena khawatir pinjaman macet.

Kedua, masih ada praktek bank pelaksana KUR yang hanya memindahkan dari kredit komersial ke kredit usaha rakyat. Praktik tersebut semestinya tidak boleh terjadi. Sebab KUR mesti disalurkan ke sektor-sektor produktif sehingga membuat UMKM berkembang.

Itu sebabnya serapan penyaluran KUR masih rendah. Misalnya, di sektor pertanian baru 30 persen, industri pengolahan mikro kecil dan menengah baru 40 persen. Adapun target penyaluran KUR di sektor produksi pada tahun ini minimal 60 persen dari total penyaluran KUR.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Perekonomian, hingga Agustus 2019 sudah ada Rp101,71 triliun KUR yang disalurkan ke 3,62 juta lebih debitur. Dari KUR yang sudah disalurkan, ada Rp2,03 triliun kredit bermasalah. Pembiayaan bermasalah ini tersebar di 19 bank penyalur.

Kredit macet tersebut tak sepenuhnya kesalahan penerima KUR. Pertama, adanya rasio kredit bermasalah tinggi akibat bencana alam. Kedua, kondisi dunia usaha juga sedikit banyak mempengaruhi kredit macet.
Kemarin, Jokowi telah memberi solusi mencegah kemacetan KUR. UMKM mesti diberi pendampingan secara serius agar bisa mandiri. Mengedukasi memang butuh waktu dan kesabaran.

Pengusaha UMKM harus mau belajar jika usahanya mau berkembang. Kredit bukanlah pemberian, melainkan harus dibayar dengan penuh tanggung jawab. Diharapkan UMKM bisa naik kelas dengan cepat.(**)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru