Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026
Tajuk

Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang

- Selasa, 24 Desember 2019 11:46 WIB
1.275 view
Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang
satuharapan.com
Ilustrasi
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) telah memilih tema yang menjadi refleksi atau permenungan dalam perayaan Natal. "Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang", demikian tema yang menjadi seruan bersama yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Sebab perpecahan karena perbedaan keyakinan, suku dan pendapat masih menjadi menu keseharian dalam interaksi sesama anak negeri.

Orang Kristen tak boleh hidup eksklusif. Tak bisa disangkal keberadaannya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Meski kadang ada sikap intoleran, tak menjadi alasan untuk menjauh dari orang lain.

Tak mudah menjadi sahabat bagi semua orang. Ada tantangan tatkala hidup bersama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda. Pasti ada gesekan, yang memerlukan pengorbanan agar bisa membangun persahabatan dengan sesama.
Ada beberapa jenis persahabatan di dunia. Sebagian besar karena ada "mau"-nya, bukan karena ketulusan. Saat senang, banyak mengaku sebagai sahabat dan akan menjauh manakala sedang kesusahan.

Persahabatan yang menjadi pesan Natal adalah kesetaraan dan pemberdayaan. Dalam Natal, Tuhan mau menjadi manusia agar setara dengan mereka dan bisa merangkulnya. Tak ada lagi jarak dan birokrasi, manusia bisa memanggil Tuhan sebagai "Bapa".
Pemberdayaan menjadi makna kedua dari persahabatan. Orang yang bersahabat tidak akan menggerogoti temannya. Sebaliknya dia akan membantu, mendorong dan memotivasi agar bangkit dari keterpurukan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tuhan tahu manusia telah hancur dan gagal karena dosanya. Manusia berdosa sudah seharusnya dijatuhi hukuman. Tuhan tetap mau menjadi sahabat manusia dan karena anugerahNya memberdayakan orang berdosa menjadi garam dan terang dunia.

Dalam pesan Natal tahun ini, berhentilah menyebarkan narasi kebencian di media sosial. Bijaklah mengelola informasi dan jangan ikut memproduksi kabar bohong serta meneruskannya ke orang lain. Sebagai anak Tuhan, sebarkanlah pesan perdamaian, persahabatan dan pemberdayaan.

Mari memasuki malam Natal tahun ini dengan hati bersyukur dan berefleksi. Bagaimana kita memerlakukan sesama? Tuhan telah mau menjadi sahabatmu, dan kita harus mau menjadi sahabat bagi semua orang. Selamat Hari Natal, 25-26 Desember 2019! (**)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru