Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Menghitung Dampak Sengketa AS dan Iran

- Kamis, 09 Januari 2020 11:38 WIB
357 view
Menghitung Dampak Sengketa AS dan Iran
tirto.id
Ilustrasi
Terbunuhnya Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani berbuntut panjang. Garda Revolusi Iran meluncurkan puluhan misil ke pangkalan udara Ain al-Asad dan Irbil yang merupakan milik Amerika Serikat (AS) di Irak. Paling tidak 30 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Pertikaian AS dan Iran bukan hanya membuat Timur Tengah memanas, tetapi bakal menjalar ke seluruh dunia. Bahkan ada kekhawatiran perang dunia ketiga meletus. Sebab baik Iran, maupun AS memiliki sekutu yang bisa terseret dalam perang besar.
Ada banyak analisis tentang pemicu serangan AS ke pasukan Iran, yang kemudian mendapat balasan. Pertama, pertarungan pengaruh di Timur Tengah terkait dengan kepentingan ekonomi. Bukan rahasia lagi, kawasan tersebut sangat kaya minyak dan menjadi rebutan banyak negara.

Kedua, diduga sengketa yang dimulai AS ini untuk mengalihkan perhatian publik dari proses pemakzulan Presiden Donald Trump. Saat ini tinggal menunggu putusan Senat, setelah sebelumnya disetujui di DPR.

Apapun alasannya, langkah AS dan Iran menempuh jalan kekerasan, sangat tidak tepat. Perang konvensional merugikan banyak orang, bukan hanya kedua negara. Akan banyak orang tak berdosa bisa terbunuh.

Apalagi jika senjata pembunuh massal akan dilibatkan kedua negara. Para sekutu atas nama solidaritas akan terlibat. Belum terlupakan bagaimana Irak "diserang" pasukan gabungan berbagai negara sekutu AS.

Iran bisa saja mendapat dukungan Rusia dan Cina dalam konflik terbuka ini. Sebab sikap arogan AS menyerang negara lain telah melanggar hukum internasional. Harusnya jika ada sengketa antar negara, penyelesaiannya melalui PBB.

Dewan Keamanan PBB takkan berdaya, mengingat AS memiliki hak veto. Namun PBB tak boleh diam melihat kehancuran dunia yang di ambang pintu. Sebaiknya kedua negara dipaksa untuk duduk bersama di meja perundingan.

Indonesia meski jauh dari Timur Tengah mesti bersiap dengan segala kemungkinan dan harus menghitung dampaknya ke dalam negeri. Dampaknya bisa secara politik, sosial dan ekonomi dalam berbagai bentuk. Antara lain bagaimana nasib para pekerja asal Indonesia yang bekerja di Timur Tengah, yang jumlahnya ribuan, bahkan lebih. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru