Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Peta Drainase Kota Medan

- Jumat, 10 Januari 2020 11:36 WIB
1.313 view
Peta Drainase Kota Medan
medan.tribunnews.com
Banjir masih menjadi momok bagi warga Kota Medan.
Banjir masih menjadi momok bagi warga Kota Medan. Hujan tiga jam saja, beberapa kawasan sudah terendam. Apalagi jika berhari-hari, sebagian warga terpaksa mengungsi, karena rumahnya dilanda banjir.

Analisis tentang penyebab banjir sebenarnya sudah lama dilakukan dan semua instansi telah mengetahuinya. Pertama, sungai semakin menyempit, dipenuhi sampah dan didesak permukiman warga. Kesadaran membuang sampah masih rendah. Fakta di lapangan, masih banyak orang membuang sampah secara langsung ke sungai.

Permukiman di daerah aliran sungai tak terkendali. Minimnya penertiban, seolah menjadi sinyal melegalkan tindakan membangun rumah di tepi sungai. Akibatnya sungai makin menyempit di beberapa titik. Saat hujan, sungai tak mampu menampung dan mengakibatkan banjir.

Penyebab lainnya, daerah resapan air makin berkurang. Banyak jalur hijau yang seharusnya ditanami pohon, malah diisi bangunan. Meski ada rencana tata ruang, acapkali dilanggar dengan berbagai dalih.

Banjir juga dipicu buruknya drainase di kawasan perkotaan. Selain dipenuhi sampah dan lumpur, sering di atasnya ada bangunan. Memang ada upaya membersihkan, tetapi belum mengimbangi proses penyumbatannya. Alhasil, saat air menggenang di jalan, drainase tak mampu menyerapnya.

Sungguh mengejutkan pengakuan Kepala Bappeda Medan saat rapat di DPRD Medan yang menyebutkan, hanya 10 persen drainase yang berfungsi, sebagaimana disiarkan Harian SIB kemarin. Pantas saja banjir masih menjadi langganan kota ini. Anehnya, banyak parit yang selalu kering malah ikut masuk proyek pelebaran.

Pemko Medan tak boleh membiarkan hal ini terlalu lama. Harus ada revitalisasi drainase yang tak berfungsi. DPRD sebenarnya bisa mendesak dengan menagih peta drainase kota ini.

Buruknya penanganan drainase menjadi indikasi kota ini tak siap menghadapi curah hujan yang tinggi. Apalagi jika diharapkan ada skenario pertolongan pertama manakala ada banjir di suatu wilayah. Bagaimana memompa air, jika tak ada saluran yang tersedia dan benar-benar berfungsi.

Wali Kota Medan ke depan harus menjadikan perbaikan drainase sebagai prioritas. Pembuatan peta saluran air yang berdasarkan data terbaru sebaiknya menjadi titik awal melakukan pembenahan. Peta tersebut mesti dikuasai hingga ke tingkat kepala lingkungan, sehingga jika ada masalah bisa segera ditanggulangi. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru