Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Ibadah di Tengah Covid-19

Fokus
Redaksi - Minggu, 26 April 2020 11:32 WIB
493 view
Ibadah di Tengah Covid-19
muslim.okezone.com
Ilustrasi
Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1441 H jatuh pada Jumat (24/4/2020), yaitu sebagai awal memasuki bulan suci Ramadan atau saat umat Islam melaksanakan ibadah puasa.

Sebagai umat yang beragama, maka beribadah itu tentu saja merupakan suatu kewajiban kita kepada Sang Pencipta. Bentuk pelaksanaannya bermacam-macam, ada yang ritual dan ada yang bersifat sosial, dan bukan sekedar rutinitas semata.

Suasana ibadah di tengah pandemi Covid-19 saat ini tentu sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun makna sesungguhnya dari ibadah itu tetap sama, meskipun ada sesuatu yang terasa berbeda dari kebiasaan normal, khususnya dalam pelaksanaannya.

Banyak hal yang harus dipahami masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan ibadah di tengah pandemi Covid-19 ini. Tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi umat agama lainnya.

Semuanya harus menyesuaikan diri dengan kondisi dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Sebagai umat tentu kita harus menyadari bahwa fokus beribadah adalah kepada Tuhan dan menjadi kewajiban karena perintah Tuhan. Oleh sebab itu motivasi kita beribadah adalah untuk Tuhan bukan untuk kepentingan yang lain, meskipun dalam pelaksanaannya sering ada motif lain.

Sejak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi pola beribadah pun semakin berubah. Yang biasanya ritual dilakukan di rumah-rumah ibadah, untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19, maka dianjurkan di rumah dengan keluarga masing-masing saja. Bagi umat Kristen hal ini sudah dilakukan dalam beberapa pekan terakhir. Memang ada kerinduan beribadah bersama dalam jumlah besar massa, tetapi situasi tidak memungkinkan dan disadari kurang baik bagi kesehatan.

Sebagai umat beragama yang tinggal di suatu negara, selain patuh atas perintah Tuhan tentu saja harus patuh kepada aturan yang ditetapkan pemerintah. Kepatuhan kepada pemerintah juga merupakan bagian dari ibadah, karena tujuan dari aturan dan ketetapan pemerintah itu juga adalah untuk kebaikan bersama.

Dalam kaitan ini maka umat harus memahami dan mematuhi ketentuan dan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Termasuk larangan mudik yang dianggap sebagai cara mengasihi keluarga yang dituju jangan sampai tertular Covid-19. Juga sejumlah keterbatasan dalam beribadah khususnya saat bulan puasa (Ramadan) ini yang tidak bisa dilaksanakan seperti bulan-bulan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Yang penting jangan sampai mengurangi kekhusyukan dan makna ibadahnya.

Kalau ibadah ritualnya terasa ada yang kurang lengkap karena pembatasan sosial, tetapi jangan sampai mengurangi semangat dalam melaksanakan ibadah sosial. Amal saleh bagi sesama tentu saja juga merupakan ibadah utama bagi yang taat akan perintah Tuhan. Apalagi berbuat amal dan kebaikan di bulan-bulan ini sangat besar pahala dan manfaatnya. Selain pahala dan amalnya diperhitungkan Tuhan, maka akan banyak umat yang terbantu mengatasi kesulitan hidup di tengah pandemi ini.

Inilah saatnya kita meningkatkan ibadah sosial bagi sesama yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan agamanya sebagai wujud syukur kita kepada Yang Kuasa. Hal ini memang sudah banyak terlaksana sebelum bulan Ramadan ini dengan maraknya pemberian bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Tidak saja oleh orang-orang berkecukupan, tetapi juga organisasi-organisasi, rumah-rumah ibadah dan juga perusahaan-perusahaan.

Kita harapkan, di bulan suci ini semakin banyak umat yang melaksanakan ibadah sosialnya.Termasuk bagi tenaga-tenaga kesehatan di RS khususnya yang menangani pasien Covid-19 yang selama ini kerap terlupakan. Terutama dalam penyediaan alat pelindung diri (APD) maupun kebutuhan hidup keluarganya yang tinggal di rumah.

Akhir kata kami menyampaikan selamat menjalani ibadah puasa bagi saudara kita umat Islam dan selamat beribadah sosial bagi kita semua. Biarlah Tuhan yang memperhitungkan semua amal ibadah kita. (*)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru