Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 03 Oktober 2026

Libur Panjang, Menyenangkan dan Mengkhawatirkan

Redaksi - Minggu, 01 November 2020 10:32 WIB
789 view
Libur Panjang, Menyenangkan dan Mengkhawatirkan
Internet
Ilustrasi libur panjang
Libur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama mulai Rabu (28 Oktober hingga 1 November 2020) sangat menyenangkan bagi masyarakat. Bagaikan lepas dari kebosanan dan ketakutan yang dirasakan masyarakat selama 8 bulan terakhir akibat pandemi Covid-19.

Meskipun ada pro kontra atas keputusan pemerintah memberi libur panjang bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini, tetapi hampir semua masyarakat merasakan dan memanfaatkannya untuk berwisata dan mudik ke kampung halaman. Sehingga tempat-tempat wisata di berbagai daerah ramai dikunjungi masyarakat untuk berwisata. Sedangkan di kota-kota besar, jalanan tampak longgar, namun keramaian juga beralih ke pusat-pusat perbelanjaan modern meskipun tidak seramai bisanya sebelum pandemi Covid.

Khusus di Sumatera Utara yang masuk 10 besar daerah dengan kasus Covid-19 terbesar di Indonesia, hampir semua tempat-tempat wisata ramai dipenuhi masyarakat. Bukan hanya tempat wisata favorit, seperti Pulau Samosir, Parapat, Sibisa (Toba), Balige, Salib Kasih (Tarutung), Berastagi, Sibolangit, Balige, Muara (Taput), Bahorok (Langkat), Dairi, Tongging. Tetapi juga tempat-tempat wisata lainnya, seperti Pantai Cermin, Sialang Buah, Percut dan lainnya di sepanjang pantai Timur Sumut.

Di satu sisi kondisi ini memang sangat menggembirakan dan menyenangkan. Tidak saja bagi masyarakat yang sangat merindukan refreshing karena selama ini sudah sangat jenuh akibat pembatasan dan kekhawatiran, tetapi juga dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah, maupun ekonomi nasional.

Terlihat memang bahwa kunjungan wisatawan ini sangat berdampak menggerakkan perekonomian masyarakat. Hotel-hotel dan tempat-tempat penginapan lainnya, transportasi, pusat-pusat jajanan dan makanan, souvenir, fasilitas wisata bergairah. Para pedagang mengharapkan kondisi ini terus berlanjut.

Namun di sisi lain tetap perlu waspada. Jangan sampai euforia kegembiraan akibat libur panjang ini membuat keadaan semakin memburuk, khususnya dalam penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih mengkhawatirkan.

Berlibur dan mudik memang perlu, tetapi tetap harus tetap menjaga kesehatan. Sehingga habis berlibur jangan sampai sakit pula, itu yang harus dihindari.

Hal itu juga memang menjadi kekhawatiran Satgas Covid-19 Sumut yang diungkapkan saat rapat dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator Satgas Penanganan Covid-19 untuk 9 provinsi termasuk Sumut secara virtual, Jumat (30/10).

Apalagi dalam beberapa pekan terakhir sudah terlihat ada penurunan kasus positif Covid di mayoritas daerah, termasuk Sumut. Namun melihat tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang ini maka dikhawatirkan bakal terjadi lagi peningkatan penularannya.

Secara khusus Satgas Covid Sumut sudah melakukan tindakan tegas dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan. Sejumlah warga dihukum dan tempat-tempat hiburan yang membandel telah ditutup sebagai hukuman atas ketidakdisiplinannya. Namun tentu saja upaya itu sangat terbatas dan diyakini belum mampu menyadarkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, apalagi di tengah kegembiraan saat bertemu keluarga di kampung halaman dan saat berwisata.

Padahal secara psikologis, imbauan yang dilakukan juga masih kurang efektif mendisiplinkan masyarakat tanpa tindakan tegas berupa hukuman. Namun bagaimana mungkin satgas dan petugas yang ditunjuk yang jumlahnya sangat terbatas untuk melakukan imbauan dan pendisiplinan ini di tempat-tempat wisata yang begitu banyak dan luas.

Sebagai bukti, terlihat di tempat-tempat wisata, warga sangat jarang mematuhi protokol kesehatan. Keramaian dan kumpul-kumpul tanpa jarak tidak terhindarkan, apalagi cuci tangan. Namun sangat disyukuri bahwa mayoritas warga terlihat sudah sadar karena cukup disiplin dalam menggunakan masker, meskipun di sana-sini masih ada yang membandel.

Masyarakat tentu sudah merasakan kehawatiran dan ketakutan di masa pandemi ini dan tidak ingin pengekangan akibat pandemi Covid ini terus berlanjut. Oleh sebab itu harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sementara itu, bagi daerah-daerah yang menjadi tujuan wisata, maka harus melakukan antisipasi menjaga dan mendisiplinlan protokol kesehatan bagi pengunjung di daerahnya masing-masing. Sehingga daerah wisata tidak sampai menjadi klaster baru penyebaran dan penularan Covid. (*)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Rantauprapat Diselimuti Asap Lagi

Rantauprapat Diselimuti Asap Lagi

Rantauprapat(harianSIB.com)Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, kembali diselimuti kabut asap, Jumat (2/10/2026). Kondisi tersebut memb