Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 03 Oktober 2026

Mematrikan Persatuan dan Toleransi

Redaksi - Senin, 02 November 2020 16:10 WIB
519 view
Mematrikan Persatuan dan Toleransi
http://bunderan.dutadamai.id
Toleransi
Persatuan dan toleransi antarumat beragama kembali terusik. Hal ini berawal dari peristiwa serangan yang terjadi di Prancis, tepatnya di Paris dan Nice. Setidaknya empat orang tewas akibat dua serangan ini.

Serangan di Paris dialami seorang guru yang dipenggal di pinggiran barat laut Paris. Penyerangnya ditembak mati oleh polisi. Sebelum kejadian, guru itu disebut menunjukkan kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Serangan terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.00 waktu setempat (15.00 GMT) di dekat sebuah sekolah. Jaksa anti-teror sedang menyelidiki kasus ini.

Presiden Prancis Emmanuel Macron lalu mengunjungi tempat kejadian dan menyebut pembunuhan itu sebagai 'serangan teroris Islamis'. Macron mengatakan guru itu dibunuh karena ia 'mengajarkan kebebasan berekspresi'.

Dilansir dari AFP, Kamis (29/10), Macron bersumpah bahwa 'Prancis tidak akan menyerah pada nilai-nilai kami'. Hal itu disampaikannya usai penyerangan yang dilakukan seorang pria di gereja Notre-Dame di pusat Kota Nice dan menewaskan tiga orang. Serangan itu disebut Macron sebagai 'serangan teroris Islam'.

Akibat pernyataan Macron itu, terjadi berbagai aksi unjuk rasa di berbagai belahan dunia, khususnya di negara-negara Islam. Bahkan pemboikotan produk-produk Prancis sudah terjadi di beberapa negara Islam. Ini sangat tidak baik bagi kondusifitas dunia. Apalagi saat ini dunia sedang dilanda resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Akan hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sikap bahwa Indonesia mengecam keras peristiwa penusukan yang terjadi di Paris dan Nice, Prancis. Jokowi mengatakan para pemuka agama yang ada di Indonesia juga memiliki pendapat yang sama.

Jokowi juga mengajak dunia untuk mengedepankan persatuan dan toleransi antarumat beragama. Hal itu untuk membangun dunia yang lebih baik.

Selain mengecam tindakan kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, Jokowi juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut penyerangan itu sebagai 'serangan teroris Islamis'.

Jokowi menekankan, mengaitkan tindakan terorisme dengan agama tertentu adalah kesalahan besar. Menurutnya, terorisme tak berhubungan dengan agama apa pun.

Suasana tidak nyaman ini tentu berpengaruh ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Karena persoalan agama merupakan masalah hakiki setiap manusia, sehingga menembus lintas batas negara atau wilayah. Jika hal ini dibiarkan tentu akan mengancam perdamaian dunia dan membahayakan keselamatan umat manusia.

Para pemimpin dunia harus mengambil peran terhadap masalah ini, tentunya untuk mengajak semua menjaga persatuan dan toleransi. Pernyataan Presiden Jokowi sudah sangat tepat, apalagi Indonesia merupakan negara pemeluk Islam terbesar di dunia. Suaranya akan sangat berpengaruh, baik untuk dunia maupun masyarakat Indonesia sendiri.

Kita berharap suara itu juga akan mendinginkan situasi di dalam negeri yang sudah mulai memanas melalui unjuk rasa umat Islam di berbagai daerah. Kita berharap semua elemen masyarakat memahami serta tetap menjaga persatuan dan toleransi. Karena tidak ada gunanya juga membalas keburukan dengan keburukan, apalagi membalas kepada orang yang tak bersalah atau orang tak mengetahui masalah sama sekali.

Apa pun yang terjadi di luar sana, sebaiknya kita tidak mudah terpancing. Malah kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa antarumat beragama di Indonesia sangat solid, saling melindungi demi kebaikan bersama. Jadikan perbedaan sebagai anugerah yang indah. Sikap membanggakan itu tentu akan dicontoh masyarakat dunia, sekaligus mematrikan bahwa persatuan dan toleransi di Indonesia tetap yang terbaik. (***)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Rantauprapat Diselimuti Asap Lagi

Rantauprapat Diselimuti Asap Lagi

Rantauprapat(harianSIB.com)Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, kembali diselimuti kabut asap, Jumat (2/10/2026). Kondisi tersebut memb