Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 03 Oktober 2026

Optimalkan Dana Desa untuk Kepentingan Rakyat

Redaksi - Jumat, 06 November 2020 11:32 WIB
772 view
Optimalkan Dana Desa untuk Kepentingan Rakyat
Internet
Ilustrasi Dana Desa
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menemukan penggunaan dana desa untuk kegiatan tak produktif. Salah satunya untuk bimbingan teknis (bimtek) ke Bali.

Edy mengatakan, dana desa yang diterima Sumut meningkat setiap tahunnya. Untuk tahun 2020, Sumut menerima dana desa senilai Rp 5,4 triliun. Sesuai visi misi Sumut "membangun desa menata kota" sebenarnya bisa diwujudkan bersama- sama dengan mengefektifkan dana ini.

Dia melihat saat ini perhatian negara begitu besar kepada daerah. Setiap tahun meningkatkan dana desa, tapi secara kenyataan daerah belum bisa mewujudkan sasaran-sasaran pemerintah pusat dalam menyejahterakan rakyat.

Ungkapan ini sebuah pengakuan yang jujur seorang pemimpin daerah untuk menjadi perhatian serius. Sangat baik untuk mengevaluasi agar ke depannya dana desa bisa dimanfaatkan seefektif mungkin untuk kesejahteraan masyarakat.

Seperti diketahui, salah satu usaha Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam melakukan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia diwujudkan melalui dana desa yang dialokasikan khusus dalam APBN. Dana desa pertama kali digulirkan pada tahun 2015 dengan jumlah anggaran sebesar Rp 20,76 triliun. Saat itu penyerapannya mencapai 82% sampai akhir tahun.

Saat itu mayoritas aparat desa tidak siap menerima dana sebesar itu. Tapi Presiden berkomitmen membangun desa. Karena kalau tidak dimulai, tidak bakal pernah siap. Pemerintah bertekad mengalokasikan anggaran dana desa dengan total Rp 400 triliun selama 5 tahun ke depan hingga 2024.
Sejauh ini pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran dana desa mencapai Rp 257 triliun sejak 2015 hingga 2019.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, peningkatan alokasi dana desa sebesar Rp 400 triliun selama 5 tahun ke depan itu dimungkinkan karena anggaran desa memang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

Apalagi, pembangunan desa butuh anggaran yang cukup besar.

Sejak adanya dana desa, ternyata desa mampu membangun infrastruktur desa secara masif dan diakui badan dunia.

Eko menjelaskan, sejak digulirkannya dana desa, tercatat telah mewujudkan pembangunan yang besar di desa. Hingga akhir 2016, sebanyak 66.884 km jalan desa berhasil terbangun, 511,9 km jembatan, 1.819 unit pasar desa, 14.034 unit sumur, 686 unit embung, 65.998 drainase, 12.596 unit irigasi, 11.296 unit PAUD, 3.133 unit Polindes, 7.524 Posyandu, 38.184 unit penahan tanah, 1.373 unit tambatan perahu, 16.295 unit air bersih, dan 37.368 unit MCK.

Capaian ini, menurutnya, telah menjadi sejarah yang sebelumnya tak pernah terjadi di Indonesia.

Namun, sayangnya masih banyak aparat desa yang tidak mampu atau tidak mau mengoptimalkan dana desa ini sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Seperti diungkapkan Gubernur Sumut tadi, tentu ada yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau golongan.

Mental korupsi yang sudah mendarah daging harus dimusnahkan dengan aturan yang ketat dan hukuman berat bagi pelaku penyelewengan dana desa. Di sini kita bisa mencontoh China yang dulunya terkenal dengan negara terkorup, kini berubah drastis menjadi termasuk negara bersih korup. Tentu ini dampak dari peraturan hukum yang dilakukan tidak main-main oleh pemerintah.

Ketika awal diluncurkan dana desa, banyak keluhan yang disampaikan aparat desa kalau mereka gamang menggunakan dana itu karena takut terseret kasus hukum. Hal ini dikarenakan mereka kurang paham administrasi. Sehingga pemerintah memberi kelonggaran sembari memberikan pelatihan dengan menurunkan aparat terkait untuk membantu.

Kini sudah berjalan 5 tahun, tak ada lagi alasan tak paham administrasi. Pemerintah harus fokus menangani dan mengawasi dana desa agar tak diselewengkan. Karena bila dana desa dikelola dengan benar, diyakini tak lama pemerataan kesejahteraan di masyarakat segera terwujud. Karena dari dana itu akan membangkitkan ekonomi masyarakat, yang tentunya berpengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (***)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Rantauprapat Diselimuti Asap Lagi

Rantauprapat Diselimuti Asap Lagi

Rantauprapat(harianSIB.com)Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, kembali diselimuti kabut asap, Jumat (2/10/2026). Kondisi tersebut memb