Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Teknologi Nuklir Deteksi Polutan Udara Berukuran Kurang dari 2,5 Mikrometer

Redaksi - Kamis, 13 Februari 2020 22:12 WIB
206 view
Teknologi Nuklir Deteksi Polutan Udara Berukuran Kurang dari 2,5 Mikrometer
techno.okezone.com
Ilustrasi
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menguasai Teknik Analisis Nuklir (TAN). TAN merupakan satu-satunya metode nondestructive yang mampu mendeteksi spesies kimia polutan udara dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer, dikutip dari Batan.go.id.

Pencemaran udara saat ini telah menjadi permasalahan serius di setiap kota, karena berdampak buruk pada kesehatan manusia. Menurut data World Health Organization (WHO), tahun 2012, terdapat 2,6 juta kematian di wilayah Pasifik Barat dan Kawasan Asia Tenggara yang disebabkan pencemaran udara.

“Masyarakat yang tinggal di Asia paling berisiko terhadap pencemaran udara karena lebih dari 50% kota-kota besar di dunia berlokasi di Asia dan sebagian besar memiliki permasalahan pertumbuhan populasi yang cepat, urbanisasi, transportasi dan industrialisasi,” kata peneliti senior BATAN, Muhayatun Santoso.

Selama ini menurut Muhayatun, pemantauan terhadap kualitas udara telah dilakukan terhadap CO, SO2, Nox, O3 dan PM10 (partikulat yang berukuran kurang dari 10 mikrometer) sebagai dasar untuk menghitung Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Padahal di udara juga terdapat partikulat yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer, dikenal dengan PM-2,5 yang berbahaya karena ukurannya yang kecil sehingga mampu menembus bagian terdalam dari paru-paru.

“Sebagai ilustrasi, ukuran PM-2,5 sebanding dengan sekitar 1/30 dari diameter rambut manusia yang pada umumnya berukuran 50-70 mikrometer. Sedangkan PM-10 sebanding dengan 1/7 dari diameter rambut,” tambahnya.

Menurut dia, data dan riset PM-2,5 di Indonesia sangat terbatas, untuk itulah perlu dilakukan pemantauan dan studi komprehensif.
BATAN bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan penelitian kualitas udara di 16 kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, Medan, Palangka Raya, Balikpapan, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, Mataram dan Denpasar.

Dengan menggunakan TAN, jelas Muhayatun, BATAN tidak hanya fokus dalam menentukan konsentrasi massa PM-2,5 dan PM-10, melainkan lebih detail lagi yakni menentukan komposisi kimia yang terkandung pada partikulat udara. (Okz/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru