Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Vorhanger HKBP Sigotom St MP Siagian 34 Tahun Melayani

- Minggu, 24 September 2017 20:23 WIB
5.784 view
Vorhanger HKBP Sigotom St MP Siagian 34 Tahun Melayani
Vorhanger HKBP Sigotom St MP Siagian
Tukka (SIB) -Vorhanger HKBP Sigotom Tukka St Mangara Parasian (MP) Siagian, sudah 34 tahun ditahbiskan sebagai sintua/parhalado dan sampai sekarang masih aktif dalam pelayanan.

Dengan perawakannya yang kurus, pria berusia 65 tahun yang lahir di Bah Jambi Simalungun, itu sudah terlihat tua, juga terdengar dari nada suaranya ketika menyampaikan pastoral pelayanan.

Meski usia tua tidak menjadi penghalang dalam tugas pelayanan yang diemban seseorang dalam gereja, namun harus diakui tidak semua sanggup menjalaninya hingga di usia tua.

Padahal, berbicara tentang makna kata sintua atau parhalado adalah seorang gembala atau pelayan. Jadi seorang sintua atau parhalado adalah seorang yang dihormati, bersahaja,  teladan, bijaksana yang didengar nasehatnya.

Artinya seorang sintua atau parhalado harus jauh dari kesan nafsu serakah "duniawi" dan yang dapat menjaga sikap emosional. Kalau tidak demikian maka masyarakat tidak akan mendengar nasehatnya.

St MP Siagian diangkat sebagai Vorhanger HKBP Sigotom Tahun 1998. Sebelumnya, suami dari Sorta br Simanjuntak itu sudah sintua sejak tahun 1983 yang ditahbiskan di Gereja HKBP Hutabuyung, Mandailing Natal. Dia saat ini bekerja di perusahaan kayu.

"Awalnya kehidupan kami terasa tidak menentu, apalagi uang saat itu banyak, hampir setiap malam happy (istilah mereka, tangan di atas)," kata St MP Siagian, yang ditanyai SIB di Gereja HKBP Sigotom, Rabu (21/9), saat acara gladi resik rencana baptisan kudus untuk minggu itu.

Pria yang digelari Oppu Lidia ini melanjutkan, pada saat kehidupan glamour itulah muncul usulan bersama supaya didirikan gereja dan itulah awal berdirinya Gereja HKBP Hutabuyung.

"Saya salah satu pendiri Gereja, kemudian saya bersama 3 orang anggota ditahbiskan sebagai sintua yang dilantik Pdt Adel Sarumpaet STh dari Kota Sibolga," terangnya, sembari mengatakan bahwa awalnya dia tidak mau diangkat sebagai sintua mengingat pekerjaannya yang rentan dosa, tetapi dia tidak bisa mengelak.
Dilantik sebagai sintua dari yang awalnya seorang pria "nakal" pasti sangat didambakan seorang istri. Hati perempuan mana yang tidak senang bila melihat suaminya seorang pelayan Tuhan dan mungkin itu pula yang dirasakan Oppu Lidia Boru.

Lantas, saat perusahaan pindah usaha ke Kalimantan, Oppu Lidia Boru meminta suaminya untuk tidak berangkat, melainkan meminta untuk mengurus surat pengunduran diri dari perusahaan. "Keluarga tidak mau saya ikut pindah ke Kalimantan, apalagi Oppu Lidia Boru," kata St MP Siagian.

Dia mengakui saran keluarganya bagus, sehingga memutuskan untuk tidak pergi. "Pasca pengunduran diri kami memutuskan untuk tinggal di Tukka dan melayani sebagai sintua di HKBP Sigotom Tukka Tahun 1994, yang kemudian diangkat sebagai Vorhanger tahun 1998," sebutnya.

Sampai saat ini, St MP Siagian aktif bertugas sebagai pelayan Tuhan. Selain itu, dia juga masuk sebagai anggota kelompok Paduan Suara Ama HKBP Sigotom.

HKBP Sigotom terletak di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sekira 2 kilometer dari Kota Pandan. Gereja yang terletak di Jalan Humala Tambunan itu dulunya merupakan sekolah zending milik HKBP pertama di Tapanuli Tengah, yang jumlah jemaatnya sekarang sekira 200 Kepala Keluarga. (G-05/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru