Buka Muktamar ke-48 Muhammadiyah

Jokowi: RI Bisa Jadi Sang Surya Menerangi Dunia

3.000 Jemaat GKJ Manahan Berbagi Nasi Bungkus

488 view
Jokowi: RI Bisa Jadi Sang Surya Menerangi Dunia
Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/Antara
TEPUK TANGAN: Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (keempat kanan), Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kiri), Menko PMK Muhadjir Effendy (ketiga kanan), Mensesneg Pratikno (kiri), Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini (kedua kanan) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) bertepuk tangan usai membuka Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/11). 

Dia juga menyebut khotbah salat Jumat di Indonesia tidak diatur negara. Umat Islam di Indonesia bisa dengan bebas mengumpulkan dana sosial keagamaan.

"Kemudahan menyampaikan khotbah Jumat, kemudahan mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam, kemudahan pengaturan azan, kemudahan mengumpulkan dana-dana sosial umat Islam," ucapnya.

Berbagi Nasi Bungkus

Sementara itu, aksi simpatik digelar puluhan jemaat Gereja Kristen (GKJ) Manahan, Sabtu (19/11). Sejak pagi Subuh mereka sudah berada di depan gereja, menghentikan ribuan warga Muhammadiyah yang mulai berdatangan ke Stadion Manahan untuk mengikuti muktamar.

Para jemaat menyiapkan 3.000 bingkisan makanan dan minuman untuk para penggembira Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah. Mereka tampak berbaur dan saling bersalaman.

"Selamat datang di Kota Solo, bapak/ibu. Ini ada camilan untuk sarapan. Semoga berkenan nggih," ucap salah satu jemaat seraya membagikan bingkisan plastik.

Tak hanya yang berjalan kaki, para jemaat juga memberhentikan sejumlah bus pengangkut warga Muhammadiyah. Mereka memasukkan kardus air mineral dan bingkisan makanan.

"Jemaat ingin berpartisipasi dalam muktamar ini. Sehingga ada inisiatif untuk mengumpulkan roti yang halal. Ada sekitar 3.000 paket minuman sama kue. Ada pisang godok, kacang dan ketela," kata koordinator aksi jemaat GKJ Manahan, Tumirianto saat ditemui.

"Kita ini kan orang Jawa, orang Indonesia yang punya budaya gotong royong. Saudara kita yang sedang butuh dukungan, dorongan, dan mereka sibuk, kita membantu. Semoga sukses, kita juga bahagia kalau mereka sukses," katanya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com