Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 07 Juni 2026

Panglima TNI Yakin Bisa Dapatkan Senjata Lebih Banyak dari Sipil di Papua

Redaksi - Jumat, 10 Desember 2021 10:26 WIB
908 view
Panglima TNI Yakin Bisa Dapatkan Senjata Lebih Banyak dari Sipil di Papua
(Faiq Azmi/detikcom)
Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa 
Ambon (SIB)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yakin operasi TNI melalui pendekatan sosial di Papua akan mendapatkan senjata lebih banyak dari warga sipil. TNI akan mengedepankan cara-cara normal melalui komunikasi sosial untuk mendapatkan senjata dari sipil.

"Senjata yang bisa kami dapatkan dengan cara-cara tadi, cara-cara normal, komunikasi sosial, ternyata cukup, cukup, saya nggak mau menyebutkan jumlahnya. Tetapi sangat bagus dan jauh lebih banyak dari yang kami peroleh di Papua," ujar Andika dalam keterangannya kepada wartawan di Ambon, Kamis (9/12).

Andika menegaskan, mendapatkan senjata lebih banyak dari warga sipil dengan pendekatan sosial telah dibuktikan TNI di beberapa daerah.

"Karena kita sudah buktikan di provinsi-provinsi lain, termasuk di Maluku, di Maluku kan tidak pernah ada apa-apa, iya kan," katanya.

Demikian halnya dengan pengamanan yang dilakukan TNI di Papua. TNI akan menggunakan konsep normal dengan pendekatan sosial ke masyarakat.

"Sama halnya dengan di Maluku dan di Maluku Utara, tidak ada lagi Satgas yang tugasnya selain tugas-tugas satuan organik, baik Angkatan Darat, baik Angkatan Laut. Kalau Angkatan Darat ini tugas-tugas teritorial, Angkatan Laut juga tugas-tugas pembinaan potensi kemaritiman, Angkatan Udara juga pembinaan potensi kedirgantaraan," tururnya.

Proses Hukum
Dalam kesempatan itu, Andika juga menegaskan oknum TNI yang terlibat konflik dengan polisi di beberapa daerah tak boleh hanya selesai dengan damai. Termasuk oknum TNI yang baku hantam dengan Polantas di Ambon, semuanya diproses hukum.

"Kita harus proses hukum, dan kita juga sudah sepakat kok, saya dengan Kapolri sudah, dan Kapolda dengan Pangdam juga sudah memproses hukum. Sehingga tidak ada lagi yang kemudian hanya begitu-begitu saja, damai segala macam, damai mungkin dalam rangka menghindari proses hukum, (tetap) proses hukum," ujar Andika.

Andika menegaskan semua oknum TNI yang terlibat konflik dengan polisi di berbagai daerah juga telah diproses hukum.

"Sampai dengan yang terakhir di Kalimantan Tengah (oknum TNI pukul Polwan) itu sudah, sekarang proses sedang berlangsung," katanya.

"Kemudian termasuk (oknum TNI baku hantam dengan Polantas) yang di Ambon sini pun proses hukum," lanjutnya.

Andika lalu mengingatkan jajarannya untuk tidak mengulang konflik dengan polisi, apalagi hanya terkait masalah pribadi.

"Nggak boleh (TNI bentrok dengan Polri), karena apa, dua institusi ini adalah institusi yang memang tugasnya adalah untuk penegakan hukum walaupun berbeda, tetapi juga kita adalah dua institusi yang memiliki kewenangan menggunakan senjata," jelasnya.

Karena TNI dan Polri merupakan institusi yang sama-sama memiliki kewenangan memegang senjata, semua personel harus memiliki pertimbangan yang matang dalam menggunakan kekerasan.

"Semua aparat kita mulai dari paling bawah sampai paling atas itu punya pertimbangan matang dalam menggunakan kekerasan, nggak boleh asal-asalan, apalagi konteksnya konteks pribadi, emosi, nggak boleh," tegasnya. (detikcom/d)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru