Sempat Ditutup gegara Diretas, Kanal YouTube DPR Mulai Aktif Lagi

* Hasil Tracking BSSN: IP Address Peretas Ada di AS

439 view
Sempat Ditutup gegara Diretas, Kanal YouTube DPR Mulai Aktif Lagi
(Foto: Tangkapan layar)
Akun YouTube DPR RI kembali aktif usai ditutup karena proses pemulihan akibat diretas. 
Jakarta (SIB)
Akun YouTube DPR RI kini kembali aktif usai sempat ditutup atau di-takedown. Akun YouTube itu ditutup karena ulah hacker menayangkan permainan judi online secara live.
"Untuk update malam ini menginfokan akun YouTube DPR sudah up lagi per jam 22.00," kata Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Rabu (6/9).
Indra mengatakan video lama akan dipindah secara bertahap ke akun baru. Namun, katanya, hal itu membutuhkan waktu.
"Secara bertahap semua video lama akan pindah ke akun baru secara bertahap dalam beberapa jam ke depan. Terima kasih atas dukungannya," ujarnya.
Diketahui, YouTube DPR RI itu sempat di-hack dengan menayangkan video siaran langsung judi online yang terjadi sejak pukul 08.00 WIB pagi kemarin. Foto profil channel YouTube DPR RI juga diganti dengan gambar disertai tulisan 'slot baris'.
Per pukul 08.06 WIB terpantau satu tayangan live ada 963 penonton, sedangkan video satunya yang menonton ada 330 orang.
Dalam keterangan video live itu, tayangan judi online sudah live selama dua jam. Ada beberapa komentar di kolom live chat mempertanyakan apakah YouTube DPR RI ini kena retas.
Sekjen DPR RI Indra Iskandar membenarkan ada pihak tak bertanggung jawab yang meretas YouTube DPR RI.
"Untuk sementara terindikasi akun medsos Youtube DPR terkena 'hack', bahwa ada pihak lain yang masuk ke akun Youtube DPR dan mem-posting video judi online," kata Indra saat dikonfirmasi.
Indra mengatakan pihaknya sudah menghubungi Google Indonesia untuk memulihkan akun DPR RI. Tim IT DPR juga bekerja untuk mengambil alih akun YouTube DPR RI itu.
"Langkah yang sudah kita ambil dari pagi tadi sudah menghubungi Google Indonesia untuk recovery akun Youtube DPR. Dari pihak Google sudah meneruskan ke Google pusat untuk pemulihan akun agar log in akun tersebut dapat digunakan lagi oleh DPR," jelasnya.
"Sementara ini dari pihak IT internal Setjen juga melakukan recovery manual melalui online dari sistem Google secara mandiri," imbuhnya.
Siang harinya, YouTube DPR RI dibekukan oleh pihak Google. Indra mengatakan takedown bersifat sementara.
"Iya, sedang di-take down sementara oleh pihak Google sambil di-recovery," jelas Indra.
Sementara itu, Juru bicara (jubir) Badan Siber dan Sandi Negara (BSNN) Ariandi Putra menyebut dalam peninjauan pihaknya, peretasan itu berasal dari Amerika Serikat.
"Jadi kalau berdasarkan tracking IP address yang dilakukan oleh tim teknis BSSN kita menemukan IP address-nya beralamat di Amerika Serikat," kata Ariandi saat konferensi pers di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9).
Ariandi menyebut situs bajakan atau pihak ketiga di aplikasi dapat menjadi pintu masuknya virus atau malware hingga terjadinya peretasan. Ia pun mengimbau admin media sosial memakai antivirus hingga menghindari situs atau aplikasi bajakan.
"Penting untuk kita melihat bahwa situs-situs bajakan, software-software bajakan, ataupun beberapa situs-situs mungkin yang terkait dengan judi yang memberikan akses kepada pihak ketiga ketika kita klik," ujar Ariandi.
"Ini menjadi salah satu pintu atau ladang pintu masuk terkait dengan serangan-serangan siber yang masuk ke sistem elektronik yang kita gunakan baik melalui device HP ataupun laptop yang digunakan," lanjutnya.
Ariandi mengatakan peretasan akun YouTube DPR itu dimulai, Rabu (6/9) sekitar pukul 05.06 WIB. Berdasarkan peninjauan BSSN, pada pukul 11.00 WIB aktivitas itu sudah mulai terhenti tak lama setelah permintaan penangguhan ke Google.
"Pada pukul 20.30 WIB malam tanggal 6 September 2023 akun official YouTube DPR RI sudah kembali pulih tapi masih belum secara keseluruhan," ucapnya.
Untuk sementara waktu, kata dia, akun YouTube resmi DPR RI dinonaktifkan terlebih dahulu oleh admin media sosial. Hal ini dilakukan untuk pemulihan data.
"Selama masa pemulihan kebijakan yang akan ditempuh untuk sementara akun official YouTube DPR RI dinonaktifkan oleh admin media sosial DPR RI sehingga tidak bisa dicek, dilihat, di YouTube tersebut," kata Ariandi. (detikcom/r)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com