Seperempat Pakistan Jadi ‘Lautan' Gegara Banjir Besar, Butuh Bantuan Keuangan

* Kemlu: Tidak Ada WNI Jadi Korban Banjir

189 view
Seperempat Pakistan Jadi ‘Lautan' Gegara Banjir Besar, Butuh Bantuan Keuangan
Foto: AFP/FIDA HUSSAIN
Seperempat Pakistan jadi 'lautan' gara-gara banjir besar.


Menlu Pakistan itu mengatakan bahwa minggu ini pemerintah Pakistan akan meluncurkan seruan yang meminta negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk berkontribusi pada upaya bantuan. Pakistan juga perlu melihat bagaimana akan menangani dampak jangka panjang dari perubahan iklim.


Pemerintah Pakistan sebelumnya telah mengumumkan keadaan darurat untuk menangani banjir musim hujan ini. Para pejabat setempat mengatakan banjir tahun ini sebanding dengan banjir tahun 2010, yang tercatat sebagai yang terburuk ketika sedikitnya 2.000 orang tewas dan nyaris seperlima wilayah Pakistan terendam banjir. "Saya tidak pernah melihat banjir besar seperti ini karena hujan dalam hidup saya," ucap seorang petani setempat, Rahim Bakhsh Brohi, yang berusia 80-an tahun dari Sukkur, Provinsi Sindh.


Pakistan berada di urutan kedelapan dalam Indeks Risiko Iklim Global, daftar yang disusun LSM lingkungan Germanwatch dengan memasukkan negara-negara yang dianggap paling rentan terhadap cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim.



Kondisi WNI


Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membeberkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Pakistan saat banjir parah menerjang negara Asia Selatan tersebut.


Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Islamabad, Konsul Jenderal RI (KJRI) Karachi dan otoritas Pakistan.


"Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang menjadi korban bencana banjir tersebut," kata Judha kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/8).


Judha memaparkan sejauh ini WNI yang berada di Pakistan berjumlah 1.267 jiwa. Mayoritas tinggal di Islamabad, Karachi, Rawalpindi, Sialkot, Gujrat, dan Peshwar. Selain itu, ia mengatakan KBRI dan KJRI telah menyampaikan imbauan kepada para WNI agar selalu tanggap dan waspada.


Warga Indonesia di Pakistan juga diminta untuk terus memantau informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Pakistan (NDMA) dan Badan Meteorologi Pakistan (PMD).


Judha juga mengimbau agar WNI menunda perjalanan ke lokasi rawan bencana, dan menghubungi otoritas setempat serta perwakilan RI jika terjadi situasi darurat. Berikut hotline KBRI Islamabad +92 345 8571989, dan hotline KJRI Karachi: +92 300 0340346.


Pakistan diterjang banjir imbas hujan lebat dengan curah yang tinggi dan gletser yang mencair. Imbas bencana tersebut 1.033 orang meninggal. NDMA melaporkan lebih dari dua juta hektar tanaman budidaya musnah, 3.451 kilometer (2.150 mil) jalan hancur, dan 149 jembatan hanyut. Selain itu, banjir tahun ini berdampak kepada lebih dari 33 juta orang, dan sekitar satu juta rumah hancur. (Aljazeera/Rtr/detiknews/CNNI/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com