DPRD SU Apresiasi Pemprov Gelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru

* Pemerintah Harus Mampu Wujudkan Sumut Swasembada Pangan

145 view
DPRD SU Apresiasi Pemprov Gelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru
Foto: Ist/harianSIB.com
Anggota Komisi A DPRD Sumut, Meryl Rouli Saragih
Medan (SIB)
Anggota Komisi A DPRD Sumut Meryl Rouli Saragih mengapresiasi langkah Pemprov Sumut menggelar pasar murah setiap akhir pekan, guna menekan tingginya harga kebutuhan pangan di daerah ini menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2024.
"Pasar murah tersebut merupakan langkah intervensi menekan harga kebutuhan pangan yang melonjak di pasaran. Setidaknya ini bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok menjelang akhir tahun," ujar Meryl Rouli Saragih kepada wartawan, Senin (20/11), di DPRD Sumut.
Menurut Meryl, seperti diketahui, saat menjelang Natal dan Tahun Baru 2024 serta hari besar keagamaan lainnya, harga kebutuhan pokok selalu bergerak baik, sehingga perlu diantisipasi bersama dengan menggelar pasar murah.
"Perlu kita manfaatkan semaksimal mungkin potensi lumbung pangan guna mewujudkan swasembada beras, karena ada sejumlah daerah di Sumut yang menjadi lumbung pangan seperti Deliserdang dan Sergai. Alangkah baiknya, pangan dari daerah itu kita beli untuk dilepas ke pasar melalui pasar murah," katanya.
Menteri Pertanian juga melihat potensi itu ada di Sumut dan salah satunya menginginkan melalui provinsi ini, Indonesia mampu swasembada atau tidak mengimpor beras, sehingga besar harapan legislatif, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut ekstra keras mewujudkannya.
Penegasan itu disampaikan Meryl menanggapi gebrakan Pemprov Sumut Cq Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) menggelar pasar murah di setiap akhir pekan di halaman kantornya, dengan menggunakan dana APBD Sumut dan swadaya kelola.
Kepala Disperindag ESDM Mulyadi Simatupang sebelumnya mengatakan, harga kebutuhan pangan di sejumlah wilayah di Sumut masih cukup tinggi, meski komoditas pangan di Sumut mengalami surplus.
"Pasar murah ini dari APBD dan swadaya kelola yang artinya di luar APBD. Kami juga meminta kepada produsen, ikut bersama bagaimana memikirkan rakyat, menengah bawah. Pemerintah daerah di Sumut juga diharapkan melakukan intervensi harga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya. (A4)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com