Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Peringati Hari Ulos, Batak Center Ajak Sinergi Perjuangkan Ulos Jadi Warisan Dunia

Redaksi - Selasa, 18 Oktober 2022 21:30 WIB
1.534 view
Peringati Hari Ulos, Batak Center Ajak Sinergi Perjuangkan Ulos Jadi Warisan Dunia
Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita
Foto bersama usai konferensi pers tentang Peringatan Hari Ulos Ke-8 di Sekretariat Batak Center, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Dari Kanan: Jhohannes Marbun, Jerry R Sirait, Sintong M Tampubolon, Lambok Sianipar dan Freddy Pandiangan.&a
Jakarta (harianSIB.com)

Peringati Hari Ulos Ke-8 yang diadakan setiap 17 Oktober, Ketua Umum Batak Center, Ir Sintong M Tampubolon mengajak seluruh komunitas Batak, pemerintah kabupaten dan pemerintah Provinsi Sumut serta Batak Diaspora untuk bersama memperjuangkan ulos menjadi warisan budaya takbenda dunia UNESCO.

“Peringatan Hari Ulos 2022 ini sangat penting sekaligus menjadi momentum bersama untuk memperjuangkan ulos menjadi warisan budaya takbenda dunia ke UNESCO,” ujar Sintong dalam jumpa pers di Sekretariat Batak Center, Jakarta, Selasa (18/10/2022).

Menurut Sintong, ada tiga hal yang tidak bisa terpisahkan dari sdat Batak yaitu, bahasa Batak, Dalihan Natolu dan ulos. Ketiga hal ini yang menonjol dan budaya Batak.

“Terkait ulos, bagi orang Batak tidak bisa disamaratakan dengan tenunan biasa. Karena di dalamnya ada sakralitas ulos bagi orang Batak. Ulos diberikan sejak orang Batak masih di kandungan seorang ibu sampai meninggal. Pun, dalam proses pembuatannya, ulos itu dipesan dulu, baru ditenun. Motif ulos dibuat sesuai pesanannya. Sebelum ulos ditenun harus didoakan dulu agar kelak memberikan sesuatu yang baik untuk anak, cucu dan lain-lain,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Jenderal Batak Center, Jerry R Sirait, mengapresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat, baik dalam dan luar negeri, yang merayakan Hari Ulos.

“Walaupun secara dejure belum kita terima keputusan Hari Ulos Nasional, tapi secara defacto selama delapan tahun kita sudah peringati Hari Ulos Nasional. Mari kita terus berupaya bersama mendorong pemerintah agar ada Hari Ulos Nasional. Juga, Batak Center mengapresiasi kegiatan pembentangan 700 M ulos di Pusuk Buhit kemarin dan fashion show ulos yang digelar di Samosir hari ini,” ujarnya. [br]




Ketua Panitia Kerja yang juga Sekretaris Dewan Pembina Batak Center, Jhohannes Marbun, SSn, MA, menguraikan Pemerintah RI menetapkan Ulos Batak Toba sebagai warisan budaya takbenda Indonesia dengan kategori kain tradisional melalui Keputusan Mendikbud RI Nomor 270/P/2014 tentang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2014 tertanggal 8 Oktober 2014.

“Selanjutnya penyerahan sertifikat ulos sebagai Warisan Takbenda Indonesia yang ditandatangani Mendikbud RI, diserahkan oleh Wakil Mendikbud Bidang Kebudayaan kepada Gubernur Sumut pada tanggal 17 Oktober 2014 di Museum Nasional, Jakarta,” kata dia.

Lebih lanjut Jhohannes memaparkan Batak Center telah melaksanakan beberapa kegiatan terkait pelestarian ulos. Diantaranya, Ulos Fest pada awal November 2019 di Museum Nasional, Jakarta. Juga mengusulkan kepada pemerintah untuk mengajukan ulos sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia kepada UNESCO.

“Batak Center telah mempresentasikan usulan tersebut di hadapan dewan juri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 15 Februari 2022. Dan pemerintah mengapresiasi presentasi dari tim Batak Center dan memutuskan menerima ulos untuk diusulkan sebagai warisan dunia dengan catatan dan berbagai pertimbangan digabung dengan Tenun Ikat Sumba dalam satu kelompok “Budaya Tenun Nusantara” untuk diusulkan sebagai warisan budaya takbenda dunia dalam masa sidang setelah tahun 2023,” bebernya.

“Agenda kedepan Batak Center, antara lain, membuat Ulos Hub (Sentar ulos) untuk memadukan tempat tenun sebagai koneksi antar destinasi wisata, kampanye pelestarian ulos kepada masyarakat diaspora, dan pembuatan Museum Ulos,” tambah Jhohannes.

Sebagai catatan, Gubernur Sumut juga telah mengeluarkan Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/158/KPTS/2022 tentang Tim Pengusul dan Penyusun Dokumen Warisan Budaya Takbenda Ulos Menjadi Warisan Budaya Dunia Intangible Culture Heritage UNESCO yang telah ditetapkan pada 21 Maret 2022. “Perlu ditindaklanjuti terkait keputusan Gubernur Sumut ini,” tanda Jhohannes.(*)




Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru