Rabu, 17 Juli 2024

Revisi UU Polri, Hinca Panjaitan: Usia Pensiun Polisi 60 Tahun Masuk Akal

Rido Sitompul - Sabtu, 22 Juni 2024 15:35 WIB
410 view
Revisi UU Polri, Hinca Panjaitan: Usia Pensiun Polisi 60 Tahun Masuk Akal
Foto Dok/ist
Anggota DPR RI Hinca Panjaitan foto bersama para peserta usai FGD terkait RUU Polri yang digelar di UM Tapsel.
Medan (harianSIB.com)
Dukungan untuk menyempurnakan Revisi UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian mengemuka di sela Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (21/6/2024).

Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan yang hadir di acara itu menegaskan bahwa usia pensiun Polri menjadi 60 tahun adalah langkah yang masuk akal dan perlu.

Dalam FGD bertajuk, 'Diskusi Partisipasi Publik dalam Penyusunan Revisi UU Kepolisian', anggota Komisi III DPR RI ini juga menjelaskan bahwa, penambahan usia pensiun Polri menjadi 60 tahun sejalan dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia.

Baca Juga:

"Jika tidak ada pengaturan penambahan usia pensiun, gugatan ke MK oleh polisi pasti akan dikabulkan. Prinsipnya adalah kesetaraan dan keadilan hukum bagi semua," tegas Hinca, sapaan karib pria yang khas dengan setelan syal ini.

Lebih jauh, anggota Fraksi Demokrat DPR RI ini juga mengaku bangga atas berlangsungnya pembahasan atau FGD bernuansa diskusi publik dalam penyusunan UU Kepolisian di berbagai Kampus. Menurutnya, tradisi kritis dan akademis tetap terpelihara di Sumut.

Baca Juga:

"Penjelasan saya, posisi Indonesia Emas 2045 akan rapuh, tidak baik-baik saja, jika kita tidak tata dari sekarang. Termasuk, menata kepolisian ini. Kita perlu menata kepolisian dari sekarang untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," imbuhnya.

Pada prinsipnya, menurut Hinca, revisi UU Polri terkait usia pensiun ini adalah persamaan, kesetaraan, dan keadilan hukum bagi semua institusi. Baginya, usia 58 tahun, seseorang masih miliki kematangan dalam produktifitas, ide, gagasan, dan pemikiran.

"Jika (usia pensiun bertambah) 60 tahun, berarti sama dengan kejaksaan pensiun. Kita beri kesempatan untuk itu," tegas Hinca.

Sedangkan Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Padangsidimpuan, dr Sri Wahyuni, selain menyampaikan dukungannya atas revisi UU Polri ini, ia juga menjelaskan bahwa kesehatan polisi tidak hanya bergantung pada usia. Tetapi juga pada kebugaran fisik dan keahlian yang ia miliki.

"Usia pensiun antara 60 hingga 62 tahun dengan syarat dan kriteria tertentu sangat kita dukung. Kesehatan bukan semata faktor usia saja," ungkapnya.

Para perwakilan organisasi Peradi serta akademisi di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang turut hadir dalam FGD ini, semuanya juga memberikan pandangan positif terhadap revisi UU Polri.

Mereka sepakat bahwa perpanjangan usia pensiun dapat membantu memperbaiki rasio antara jumlah polisi dan masyarakat. Sehingga, pelayanan keamanan dapat lebih optimal.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
MK Perpanjang Usia Pensiun Paniteranya Sendiri
Batas Usia Pensiun PNS Berdasarkan Jabatan, Bisa Sampai 65 Tahun
Kunker di Asahan, Hinca Panjaitan Motivasi Polisi Tetap Semangat Berantas Narkoba
MK Tolak Ubah Usia Pensiun Prajurit, TNI Jadi 60 Tahun
Pemerintah dan DPR akan Revisi UU TNI soal Batas Usia Pensiun
Panglima TNI Minta MK Adil Soal Gugatan Batas Usia Pensiun Prajurit
komentar
beritaTerbaru