Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

DPN Batak Center dan Pemkab Toba Teken MoU, Dorong Pembangunan Museum Batak Raya dan Kurikulum Aksara Batak

Victor R Ambarita - Selasa, 14 April 2026 10:29 WIB
162 view
DPN Batak Center dan Pemkab Toba Teken MoU, Dorong Pembangunan Museum Batak Raya dan Kurikulum Aksara Batak
Foto: SNN/Victor Ambarita
Foto bersama usai DPN Batak Center teken MoU dengan Pemkab Toba di di Sekretariat Batak Center, Jakarta, Senin, (13/4/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Dewan Pengurus Nasional (DPN) Batak Center resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba di Sekretariat Batak Center, Jakarta, Senin, (13/4/2026).

Kesepakatan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kelestarian alam dan nilai-nilai budaya Batak Toba yang mulai tergerus zaman.

Ketua Umum DPN Batak Center, Sintong M. Tampubolon, menegaskan sinergi dengan pemerintah daerah adalah kunci terwujudnya berbagai program pelestarian budaya.

Salah satu agenda terbesar yang tengah didorong adalah pembangunan Museum Batak Raya di kawasan Kaldera, di bawah Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).

Baca Juga:
"Kita merencanakan membangun Museum Batak Raya di Kaldera. Kami sudah mendapat restu dari Bapak Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Lahan yang disediakan rencananya sekitar 3 sampai 6 hektar," ujar Sintong.

Selain infrastruktur kebudayaan, MoU ini juga menyasar pada pelestarian lingkungan, seperti menjaga tanaman endemik khas Toba, yakni Andaliman.

Langkah strategis ini disambut antusias oleh Bupati Toba, Effendi Napitupulu, yang hadir langsung dalam penandatanganan tersebut.

Effendi memastikan bahwa program dari Batak Center akan segera dieksekusi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Dinas Pendidikan, Pariwisata dan Kebudayaan, hingga Dinas Pertanian.

Lebih lanjut, Effendi menyoroti urgensi pelestarian identitas lokal melalui sektor pendidikan.

Ia mengungkapkan Pemkab Toba dan DPD Batak Center Toba telah mulai turun ke sekolah-sekolah untuk mengajarkan kembali aksara dan bahasa Batak.

"Itu (aksara dan bahasa Batak) tidak masuk lagi di dalam kurikulum pendidikan formal. Maka dari itu, program-program dari Batak Center ini akan kita kolaborasikan dan lakukan penguatan dengan pemerintah daerah agar bisa dirasakan kehadirannya oleh masyarakat Toba," tegas Effendi.

Pertemuan ini turut diisi dengan sesi diskusi bersama anggota Batak Center yang menyoroti peningkatan potensi wisata dan keramahtamahan pelaku UMKM lokal.

Melalui MoU ini, DPN Batak Center dan Pemkab Toba berharap warisan budaya leluhur tetap hidup dan mampu beradaptasi di tengah kemajuan zaman.

Hadir juga jajaran pengurus DPN Batak Center, antara lain, Sekjen Jerry R. Sirait, Bendum Lambok Sianipar, Dewan Pembina Maruap Siahaan dan perwakilan DPD Batak Center Kab Toba.(*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Samosir Minta PT Aqua Farm Nusantara Kurangi Keramba di Danau Toba
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Luhut Ingin Tak Ada Lagi Keramba di Danau Toba
Bondjol : Sejak Ditetapkan Sebagai Geopark Kaldera, Mafia Tanah Marak di Seputaran Danau Toba
GP3 Gelar Seminar Tentang Bahasa Batak Diikuti Para Kepala SD dan SLTP di Tobasa
Edison Manurung Center Bekerjasama dengan PIK Gelar Perkemahan Pejuang Danau Toba
komentar
beritaTerbaru
Eko Adhyaksono Jadi Wakajati Sumut

Eko Adhyaksono Jadi Wakajati Sumut

Batubara(harianSIB.com)Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan rotasi dan mutasi dilingkungan Kejaksaan RI. Salah satunya Wakajati Sulawesi Uta