Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 20 Mei 2026

Prabowo Instruksikan Kabinetnya Tentukan Harga Kelapa Sawit hingga Nikel

Redaksi - Rabu, 20 Mei 2026 19:40 WIB
134 view
Prabowo Instruksikan Kabinetnya Tentukan Harga Kelapa Sawit hingga Nikel
Foto: dok. YouTube Setpres
Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI

Jakarta(harianSIB.com)

Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran kabinetnya merumuskan harga komoditas strategis Indonesia seperti kelapa sawit, nikel, emas hingga hasil tambang lainnya agar tidak lagi ditentukan oleh negara lain. Menurutnya aneh jika hasil komoditas dalam negeri ditentukan negara lain.

"Kita merasa aneh, kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan negara lain. Saya mengatakan kepada menteri-menteri saya ini tidak boleh terjadi, saya mau kelapa sawit kita harganya ditentukan oleh bangsa lain, kita tentukan harga kita," kata Prabowo dalam pidatonya di rapat paripurna, Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, sudah saatnya Indonesia memiliki kedaulatan dalam menentukan harga komoditas sendiri. Indonesia tidak perlu memaksakan penjualan apabila negara lain tidak bersedia membeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

"Dan kalau mereka nggak mau beli pakai harga kita ya nggak usah beli, kita pakai kelapa sawit kita sendiri," ujarnya dikutip dari detikcom

Baca Juga:
Selain sawit, Prabowo juga menyoroti harga nikel Indonesia yang dinilai masih dipengaruhi negara lain. Ia pun menginstruksikan kabinet untuk menyusun formulasi harga berbagai komoditas tambang nasional.

"Kenapa nikel kita ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh. Saya instruksikan kabinet saya, rumsukan harga nikel, harga emas, harga semua tambang kita, harga semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri," ujarnya.

Prabowo mengatakan pemerintah tidak masalah jika ada pihak luar yang enggan membeli komoditas Indonesia dengan harga yang telah ditetapkan. Menurutnya, sumber daya alam tersebut lebih baik disimpan untuk generasi mendatang.

"Dan kalau mereka nggak mau beli ya nggak apa-apa, biar aja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti daripada kita jual murah. Saudara sekalian saya minta dukungan majelis, marilah kita bersama-sama," ucapnya. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru