Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

Taiwan Siapkan 'Neraka' Drone untuk Hadapi China

Redaksi - Senin, 10 Agustus 2026 09:16 WIB
321 view
Taiwan Siapkan 'Neraka' Drone untuk Hadapi China
Foto: REUTERS/Angie Teo
Taiwan tengah mempercepat pembangunan armada pesawat dan kapal tanpa awak untuk menghadapi potensi serangan dari China.

Jakarta(harianSIB.com)

Taiwan tengah mempercepat pembangunan armada pesawat dan kapal tanpa awak untuk menghadapi potensi serangan dari China. Strategi yang terinspirasi pengalaman perang Rusia-Ukraina ini dirancang guna menciptakan medan perang yang sulit ditembus, atau yang disebut militer Amerika Serikat sebagai "neraka" bagi pasukan penyerbu.

Konsepnya mengandalkan gelombang drone, rudal, dan artileri untuk mendeteksi sekaligus melumpuhkan kekuatan musuh sebelum sempat menguasai wilayah Taiwan.

Seperti dikutip New York Times dan melansir CNBC Indonesia, Minggu (9/8/2026), Letnan Jenderal Huang Wen-chi, Direktur Jenderal Perencanaan Strategis Kementerian Pertahanan Taiwan, mengakui pengembangan drone sempat tertunda dan baru berjalan maksimal dalam dua tahun terakhir. Kemampuan drone dan penanggulangan drone kini telah dimasukkan ke dalam latihan militer tahunan Han Kuang, mencakup pengintaian hingga simulasi melumpuhkan perangkat udara tanpa awak lawan.

Baca Juga:

Perang Rusia-Ukraina menjadi pemicu utama menyadarkan Taiwan akan efektivitas drone menghadapi kekuatan militer yang lebih besar. "Demi kelangsungan hidup dan pertahanan nasional, Taiwan sangat membutuhkan drone-drone ini," ujar Max Lo, Ketua Asosiasi Industri Drone Nasional Taiwan.

Taiwan menargetkan produksi hingga 100.000 unit per bulan pada 2030, dengan separuh untuk ekspor. Sementara itu, sektor pertahanan direncanakan memiliki lebih dari 210.000 perangkat udara dan laut tanpa awak untuk pengawasan hingga serangan terhadap kapal amfibi musuh.

Namun, pengandalan semata pada jumlah perangkat belum cukup. Pengamat menilai Taiwan perlu menyempurnakan organisasi, pelatihan, dan doktrin agar mampu mengoperasikan kawanan drone serta menyebarkan informasi dengan cepat. Di sisi lain, China juga diketahui turut mengembangkan teknologi serupa beserta sistem penangkalnya, dan diprediksi akan segera beradaptasi terhadap setiap strategi pertahanan Taiwan.

Taiwan pun berupaya membangun kemandirian rantai pasok guna mengantisipasi potensi blokade. Pemerintah mengusulkan anggaran sekitar US$6,5 miliar (sekitar Rp115,7 triliun) selama lima tahun untuk pengadaan drone, sementara usulan dari kalangan oposisi mencapai US$7,4 miliar (sekitar Rp131,7 triliun) dalam enam tahun.

Perkembangan sektor ini pun terlihat dari lonjakan ekspor: pada kuartal I-2026 saja, nilai ekspor drone Taiwan mencapai US$115 juta atau sekitar Rp2,05 triliun, melampaui total capaian sepanjang tahun 2025.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rombongan Sekolah Methodist GMI Konta Pengembangan Studi Banding ke Taiwan
Taiwan Bidik Potensi Wisatawan Medan Lewat Kuliner dan Wisata Ramah Muslim
Hubungan China dengan Jepang Memanas
Serangan di Stasiun Metro Taipei, 4 Orang Tewas Termasuk Pelaku
Tim Basket Putra Methodist-2 Medan Ikuti Kejuaraan Internasional di Taiwan
Konser Ayumi Hamasaki di Shanghai Batal, Sang Diva Tetap Tampil Tanpa Penonton
komentar
beritaTerbaru