Selama di Fuzhou, delegasi GAMKI mengikuti agenda sangat padat. Dimulai dengan seremoni pembukaan pada Selasa, 25 Agustus 2026 yang dihadiri Chairman of Fuzhou Youth Federation Lin Dun, First Vice Chairman of the Perkumpulan Fuqing Indonesia Wang Yuzhong, dan President of Fuyao University of Science and Technology Wang Shugio.
Selain itu, delegasi GAMKI mengunjungi Fuzhou Urban Planning Exhibition Hall; Liangcuo Historical and Cultural District, seharian berkeliling ke kawasan industry Fuqing termasuk Museum Liem Sioe Liong Memorial Hall, kawasan kota tua Three Lanes and Seven Alleys dan ditutup studi banding ke Maritime Silk Road Legal Service Zone.
"Selama di Fujian ini kami juga melihat bagaimana para diaspora asal Fujian dari berbagai negara sangat hormat dan memperhatikan kampung halamannya. Hal itu kita lihat pada tahun 1990-an, saat perantau asal Fujian yang sukses di Indonesia seperti Liem Sioe Liong, Tahir, Djohar Sutanto, The Ning King dan lainnya, bahu-membahu berinvestasi ke tanah leluhurnya. Tindakan itu kemudian memicu perusahaan-perusahaan besar di Singapura mengambil langkah serupa. Akibatnya, Fujian menjadi maju seperti sekarang," kata Sekretaris Umum DPP GAMKI Alan Singkali.
Dipimpin Ketua Umum Sahat Sinurat dan Sekretaris Umum DPP GAMKI Alan Singali, delegasi GAMKI terdiri dari Ketua Bidang Luar Negeri dan Diplomasi Internasional Pendeta Fransisca Nadia Manuputty, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rienova Serry Donnie, Agustinus Eko Rahardjo dan Michael Fredy Yacob (Bidang Media Komunikasi), Andar Abdi Saragih (Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Ketua DPD GAMKI Banten Jimmy Sabar Hanaekan, Daulat Viktor Sinaga dan Restu Sirait (DPD GAMKI Sumut), Maya Indriani Yacob Impak dan Ascteria Paya Rombe (DPD GAMKI Sulsel), Fransina Sarah Latumahina dan Alexsander Sakalessy (DPD GAMKI Maluku), Immanuel Yunias Rumere (DPD GAMKI Papua Pegunungan), Katarina Mariana Yaas dan Stefanus Mega Panda (DPD GAMKI Papua Selatan), serta Dheny Christian Tarigan (Lembaga Kaderisasi, Akreditasi dan Sertifikasi GAMKI).
Guru Besar Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Fransina Latumahina mengungkapkan, perjalanan Ke Fuzhou, Tiongkok, memberikan inspirasi dan membuka wawasan sebagai entrepeneur sekaligus akademisi.
"Saya belajar banyak tentang kegigihan usaha, tentang integritas diri untuk maju dan berkembang dari keberhasilan pengusaha di Tiongkok. Pelajaran ini menjadi motivasi tersendiri untuk mengembangkan diri menjadi pengusaha yang andal khususnya dibidang fashion dan wastra yang sedang saya geluti di Maluku," kata pemilik PT Azael Collection Maluku, penyedia oleh-oleh khas Maluku dan kain asal Tanimbar.