Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Teknologi Baru Militer China: Drone Kamuflase Burung Pipit untuk Operasi Khusus

Robert Banjarnahor - Kamis, 08 Agustus 2024 16:09 WIB
644 view
Teknologi Baru Militer China: Drone Kamuflase Burung Pipit untuk Operasi Khusus
Foto: Screenshoot
Teknologi baru militer China pamerkan drone kamuflase burung pipit untuk operasi khusus
Beijing (harianSIB.com)
Sebuah video baru-baru ini menunjukkan pasukan operasi khusus elite China menggunakan drone biomimetik yang menyerupai burung kecil selama kompetisi menembak. Rekaman ini disiarkan oleh media yang berafiliasi dengan militer China, pada Kamis (1/5/2024), bertepatan dengan peringatan berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Drone, yang disebut ornithopter, dapat terbang dengan mengepakkan sayap seperti burung, membuatnya sulit dideteksi. Teknologi ini, dikembangkan oleh China, memiliki potensi untuk digunakan dalam misi pengintaian dan operasi khusus.

Dilansir dari okezone yang mengutip laporan Newsweek, akademi infanteri tentara China menyelenggarakan acara tembak-menembak untuk pasukan operasi khusus negara yang ditugaskan ke militer dan polisi bersenjata, di mana mereka berkumpul bersama untuk menampilkan "acara tembak-menembak khusus" dan menembakkan berbagai senjata api.

Salah satu kontestannya adalah Komando Jiaolong dari Korps Marinir China. Diklaim bahwa unit itu, yang mirip dengan pasukan elit Angkatan Laut Amerika Serikat, memiliki kemampuan di udara, di darat, di laut, dan di bawah air, menurut laporan media pemerintah China pada 2019.

Jiaolong, yang berarti naga laut dalam bahasa Inggris, berpartisipasi dalam evakuasi warga negara China dan asing dari Yaman selama perang saudara di sana pada 2015. China mengatakan bahwa itu adalah pertama kalinya mereka menggunakan militernya untuk mengevakuasi warga negara asing dari zona perang.

Unit tersebut, yang bermarkas di kota Sanya di Pulau Hainan di Laut Cina Selatan, menjadi terkenal karena Operation Red Sea, sebuah film perang laga China yang dirilis pada 2018.


Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru