Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Pengendara Mengaku Was-was Saat Melewati Terowongan Tol Tebingtinggi-Asahan

Redaksi - Senin, 02 Maret 2020 18:24 WIB
5.131 view
Pengendara Mengaku Was-was Saat Melewati Terowongan Tol Tebingtinggi-Asahan
SIB/Bonny Sembiring
RETAK-RETAK : Inilah kondisi dinding terowongan jalur tol Tebingtinggi-Asahan, persisnya di kawasan Desa Payabagas, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai yang sudah retak-retak. Padahal, bangunan tersebut baru dua bulan lalu selesai dibangun, Senin (2/3
Tebingtinggi (SIB)
Pengendara bermotor mengaku was-was saat melewati terowongan jalur Tol Tebingtinggi-Asahan, di kawasan Dusun IX Desa Payabagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai). Pasalnya, kondisi dinding terowongan yang baru dua bulan selesai dibangun itu sudah retak-retak dan dianggap sangat membahayakan pengguna jalan.

"Kondisi sisi kiri-kanan dinding terowongan yang retak, kini sudah menjadi momok yang menakutkan bagi kami. Rasa khawatir kerap muncul ketika melintasi area terowongan," ujar sejumlah pesepedamotor yang juga warga sekitar, Azis Nasution (50), M Thamrin Sinaga (38), M Tri Pradana (26) dan Suriadi (31) kepada SIB, Senin (2/3/2020) di lokasi.

Lebih lanjut Azis mengatakan, sejak proses pembangunan terowongan jalur tol Tebingtinggi-Asahan itu dimulai, masyarakat sekitar menyambut baik dan sangat mengapresiasi program pemerintahan Jokowi yang dinilai konsisten untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas berbagai infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

"Tapi, kalau seperti ini kualitas bangunannya, bukan hanya rasa was-was yang muncul, uang rakyat yang digunakan untuk pembiayaan proyek miliaran rupiah itu pun juga terkesan sia-sia. Mengingat, fasilitas jalan bebas hambatan itu saat ini masih proses pembangunan dan belum difungsikan sebagaimana mestinya," ucapnya.

Dari kondisi yang ada, mereka berharap kepada PT Hutama Karya atau subkontraktor yang ditunjuk, supaya memperbaiki keretakan dimaksud secara cepat, tepat dan tidak asal jadi.

"Rasa was-was dan khawatir kami akan hilang, apabila kerusakan pada dinding terowongan dapat disegerakan perbaikannya dengan tepat. Jangan dibiarkan terus menerus seperti ini, karena bisa saja ke depannya memakan korban," harapnya. (*)
Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
komentar
beritaTerbaru