Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 08 Juni 2026

Serangan Udara Hantam Jembatan Terbesar Iran, 8 Tewas dan Puluhan Terluka

Redaksi - Sabtu, 04 April 2026 10:08 WIB
429 view
Serangan Udara Hantam Jembatan Terbesar Iran, 8 Tewas dan Puluhan Terluka
Foto ist
Jembatan tersebut mengalami kerusakan parah, meski diketahui belum beroperasi dan disebut tidak memiliki fungsi militer.

Jakarta(harianSIB.com)

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan udara yang dilaporkan dilakukan Amerika Serikat dan Israel menghantam infrastruktur di Iran, Kamis (2/4/2026).

Target serangan adalah jembatan besar proyek Jalan B1 yang menghubungkan Teheran dengan Karaj. Jembatan tersebut mengalami kerusakan parah, meski diketahui belum beroperasi dan disebut tidak memiliki fungsi militer.

Pemerintah Iran melaporkan sedikitnya delapan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat insiden tersebut. Tim penyelamat telah dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan menangani situasi darurat di lokasi.

Mengutip berbagai sumber, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan serangan itu tidak akan melemahkan negaranya dan Iran tidak akan tunduk pada tekanan.

Baca Juga:
Sementara itu, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut melontarkan pernyataan keras yang dinilai dapat memperkeruh situasi.

Sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan penahanan diri serta mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Hingga kini, situasi di kawasan masih dalam pemantauan ketat. Komunitas internasional berharap semua pihak dapat menahan diri agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hakim AS Larang Donald Trump Batasi Suaka
Cadev RI Naik Lagi, Darmin: Karena Partai Donald Trump Kalah
Peraih Grammy Awards Rencana Gugat Donald Trump
RS Indonesia di Gaza Terkena Serangan Udara Israel
9 Artis Larang Donald Trump Gunakan Lagunya untuk Kegiatan Politik
Kabinet Presiden Donald Trump Lakukan Pendalaman Alkitab Setiap Minggu
komentar
beritaTerbaru