Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Luhut B Panjaitan MPA Dinilai Paling Pantas Menjadi Pasangan Jokowi

- Senin, 14 April 2014 16:14 WIB
1.510 view
Luhut B Panjaitan MPA Dinilai Paling Pantas Menjadi Pasangan Jokowi
Bandung (SIB)- Thomas Sitepu orang Golkar yang pernah jadi anggota DPRD Jabar periode 1971 -1982 menyatakan, setelah keluarnya hasil hitung cepat quick-count Pilpres 2014, Golkar perlu dan  saat yang tepat bersatu  dengan PDI-Perjuangan untuk membangun Indonesia yang kuat.

Thomas Sitepu yang baru saja menyelesaikan kegiatan kampanye untuk Golkar  Tanah Karo didampingi tim-nya Boyke Sitompul, Hari asal Minang, Losmen Barus, dan Dito Sembiring, dalam wawancara dengan SIB Minggu (13/4) sore, menyebutkan  , sejak tahun 1998 Golkar dan PDIP di Sumatera Utara maupun di  Jawa Barat selalu kalah dalam Pilkada, bahkan dimenangkan pihak lain yang sesungguhnya  tidak lebih banyak pemilihnya. Itu akibat Golkar dan PDIP tidak menghimpun kekuatan bersama.

Dia meminta ARB agar legowo dengan mengajukan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar,  Jenderal Purn Luhut B Panjaitan MPA menjadi Cawapres berpasangan dengan Joko Widodo. Lima tahun ke depan pimpinan nasional idealnya sipil - militer. Jangan lupa peristiwa tahun 1998, jika tidak ada Letjen Purn  Sintong Panjaitan nyaris terjadi kudeta militer terhadap Presiden B.J.Habibie. Siapa bisa membantah hal itu ? tandasnya.

“Saya tidak berpendapat bahwa jenderal lain tidak ada yang pantas jadi Cawapres,  banyak. Namun hemat saya, Jenderal Purn Luhut B Panjaitan MPA, yang berlatar belakang Kopasus dan pernah Komandan Korem terbaik se Indonesia, pernah Dan Kodiklat TNI-AD ketika masih bintang 3, di era Presiden BJ Habibie dipercaya Dubes di Singapura, dan di era Presiden Gus Dur dipercaya Menteri Perdagangan dan Perindustrian RI, adalah yang paling pantas berpasangan dengan Joko Widodo yang sudah duluan digadang-gadang oleh simpatisan PDI-Perjuangan, ucapnya.

Dia mengingatkan, agar dalam memilih pemimpin bangsa jangan spekulatif, jangan pula in-rasional, tetapi harus realistis. Untuk 5 tahun ke depan dibutuhkan pemimpin yang kuat, yang punya wawasan luas, dalam dan luar negeri. Pasangan Jawa – Sumatera sangat ideal, tambahnya.

Bukti bahwa Jenderal Purn Luhut B. Panjaitan MPA sahabat semua agama, lihat saja kenyataan, Presiden BJ. Habibe yang pendiri ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) mempercayai dia menjadi Dubes. Begitupun Presiden Gus Dur yang notabene  Tokoh NU (Nahdlatul Ulama)  mempercayai  Luhut  pembantu presiden bidang perdagangan dan perindustrian kala itu, ujarnya singkat. (G3/c )


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru