Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Polda Metro Koordinasi dengan KPAI Soal Korban Baru di JIS

*3 Calon Tersangka Bakal Ditahan
- Sabtu, 26 April 2014 15:36 WIB
630 view
 Polda Metro Koordinasi dengan KPAI Soal Korban Baru di JIS
Jakarta (SIB)- Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya terus berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengenai adanya korban baru kekerasan di TK Jakarta International School (JIS). KPAI diberikan waktu untuk mendalami korban baru tersebut sebelum akhirnya dilaporkan secara resmi ke kepolisian.

"Diduga ada korban lain, oleh sebab itu sudah kita fasilitasi KPAI dan LPSK, kita sudah berkoordinasi dan kita akan pemeriksaan mendalam kepada orang-orang yang ditunjuk oleh saksi korban," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/4).

Kamis (24/4) kemarin, polisi juga memberikan waktu kepada KPAI untuk melakukan interview terhadap dua tersangka, Agun Iskandar dan Virgiawan Amin. Dwi mengatakan, pihaknya akan mendalami korban baru ini kepada kedua tersangka itu untuk pengembangan kasus.

"Secara resmi ke Polda dan sudah ada interview dengan tersangka. Kita akan dalami saksi korban untuk bisa menetukan tersangka lain," imbuh Dwi.

Kapolda mengatakan pihaknya akan terus memfokuskan penyidikan kasus tersebut dan mengembangkan kemungkinan adanya tersangka lain. Dalam upaya itu, polisi melakukan tes laboratorium terhadap 28 petugas cleaning service di JIS.

"Ada 6 orang yang akan didalami oleh penyidik," terang dia.

Bakal Ditahan

Penyidik membidik 3 calon tersangka baru dalam kasus kekerasan seksual di TK JIS. Dipastikan ketiganya akan dilakukan penahanan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menetapkan secara resmi statusnya.

"Dari orang-orang ini nantinya dari hasil yang kami terima akan kami dalami. Kemudian jika bukti cukup dan memenuhi unsur akan kita lakukan penahanan," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto.

Heru mengatakan, ada 3 petugas cleaning service yang menjadi calon kuat tersangka. Satu orang di antaranya adalah seorang perempuan. Heru sendiri masih merahasiakan identitas ketiganya itu.

Diungkapkan Heru, 2 petugas cleaning service yang akan ditetapkan sebagai tersangka adalah yang positif berpenyakit herpes. Dua orang ini telah menjalani tes laboratorium di RS Polri, Kramat Jati, Jaktim, kemarin.

"Keduanya cleaning service. Semuanya outsourching PT ISS. Jenis kelaminnya laki-laki. Dan satu orang nanti akan kita tetapkan tersangka mungkin hari ini. Yang satu ini perempuan," jelas Heru.

Polisi sendiri telah memeriksa 28 petugas cleaning service PT ISS yang dipekerjakan di JIS. Dari 28 yang diperiksa, 6 orang, termasuk yang memiliki penyakit herpes, memiliki bakteri.

JIS Bantah Ancam Keluarga Korban

JIS membantah adanya ancaman yang ditujukan kepada keluarga korban atas pencemaran nama baik. Pihak JIS, melalui juru bicara, Daniarti Wusono mengutarakan pihak JIS malah akan membantu korban.

"Dapat kami sampaikan bahwa berita tersebut (ancaman kepada korban) sama sekali tidak benar. Prioritas kami saat ini adalah senantiasa memberikan dukungan dan bantuan semaksimal mungkin, kepada korban dan keluarga untuk dapat melewati masa yang sulit ini," ujar Dani, lewat email kepada wartawan, Jumat.

Isu adanya ancaman yang diberikan oleh Pihak JIS terhadap korban terkuak ketika orangtua korban kekerasan seksual di JIS yaitu P membeberkan ancaman mengenai teror yang diterimanya melalui pesan singkat. Isi ancaman itu terkait dengan larangan untuk tidak menjelek-jelekan JIS.

Saat itu, P memutuskan menyambangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Sementara itu, Erlinda mengatakan apabila suatu saat JIS akan melaporkan hal tersebut ke orangtua korban, maka KPAI akan membantu dan membela di proses peradilan.(detikcom/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru