Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Legislator Desak Gubernur Papua Atasi Konflik Timika

- Selasa, 29 April 2014 18:40 WIB
470 view
Legislator Desak Gubernur Papua Atasi Konflik Timika
Timika (SIB)- Anggota DPR-Papua, Albert Bolang mendesak Gubernur Lukas Enembe untuk turun tangan mengatasi konflik antardua kelompok warga di Timika yang telah menelan banyak korban jiwa.

Berbicara kepada Antara di Timika, Senin, Albert Bolang mengatakan penyelesaian konflik dengan cara perang, saling membunuh dan membantai tidak akan menyelesaikan masalah, justru memunculkan masalah-masalah baru.

"Apa yang terjadi di Timika sejak bulan Februari sampai saat ini merupakan masalah kita bersama. Kami akan mendorong Gubernur Papua untuk memberi perhatian khusus untuk mempercepat penyelesaian masalah ini karena korban jiwa sudah terlalu banyak," kata Albert.

Ia mengaku sangat prihatin terhadap situasi yang terjadi di Timika akhir-akhir ini. Pasalnya, dua kelompok warga yang sebelumnya terlibat bentrok terbuka di kawasan Djayanti-Mayon, Kuala Kencana, saat ini membawa persoalan tersebut ke Kota Timika.

Dalam empat hari terakhir, tercatat empat warga tewas. Pembunuhan pertama terjadi pada Jumat (25/4) malam terhadap korban Arik Kianus Komangal. Warga Kwamki Lama itu ditemukan tewas di Jalan Trikora Kwamki Baru Timika dengan kondisi tubuh dipenuhi luka sabetan senjata tajam.

Tak berselang beberapa lama setelah itu, tepatnya pada Sabtu (26/4) dini hari, seorang warga Kampung Karang Senang-SP3, Bernadus Yatipai tewas dibantai di rumahnya oleh sekelompok orang. Tubuh korban yang teridentifikasi sebagai caleg nomor enam Dapil Mimika V Partai Bulan Bintang (PBB) itu penuh dengan anak panah yang masih menancap.

Sementara pada Senin (28/4) pagi, warga Timika kembali geger dengan terjadinya pembunuhan terhadap Didimus Hagabal di belakang Rumah Makan Karona, samping RSUD Mimika, Jalan Yos Sudarso.

Meski sempat dievakuasi ke RSUD Mimika, nyawa korban tidak tertolong setelah menderita luka sabetan senjata tajam dan terkena anak panah.

Tak lama berselang, salah satu tokoh masyarakat Suku Moni di Nawaripi, Musa Janampa, ditemukan tewas tak jauh dari Gereja GKII Jemaat Filadelfia.
Terkait peristiwa pembunuhan pada Senin pagi itu, Polres Mimika telah mengamankan sebanyak 23 warga dan menyita puluhan busur dan anak panah.
Albert Bolang menegaskan, semua peristiwa pembunuhan misterius dan sadistis di Timika itu merupakan peristiwa kriminal dan tidak beradab. Albert mendesak aparat keamanan menangkap dan memproses secara tegas para pelaku kejahatan tersebut.

"Siapapun pelakunya harus segera ditangkap dan diseret ke muka hukum," desak Albert, politisi Partai Demokrat itu.

Sejumlah peristiwa pembunuhan yang terjadi di Kota Timika akhir-akhir ini diduga kuat terkait kasus bentrok dua kelompok warga di Djayanti-Mayon, Kuala Kencana yang bermula dari sengketa perebutan lahan hak ulayat di sekitar Kali Pindah-pindah hingga Kali Kamoro, Jalan Trans Timika-Paniai. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru