Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026
Beli Satelit Rp 2,5 Triliun

SBY: BRI Bank Pertama di Dunia yang Punya Satelit Sendiri

- Selasa, 29 April 2014 20:45 WIB
538 view
 SBY: BRI Bank Pertama di Dunia yang Punya Satelit Sendiri
Jakarta (SIB)- PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan meluncurkan satelit yang targetnya mulai mengorbit 2 tahun lagi. BRI akan menjadi satu-satunya bank di Indonesia dan dunia yang memiliki satelit sendiri.

"Ini tonggak sejarah yang penting karena BRI adalah pertama di dunia yang punya satelit sendiri. Yang hampir pasti berguna untuk bisnisnya," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara penandatanganan kontrak antara BRI, dengan Space Systems Loral, LLC dan Arianespace, di Gedung BRI, Senin (28/4).

SBY berharap dengan adanya satelit yang dioperasikan BRI nanti, layanan bank BUMN ini terutama untuk penyaluran kredit usaha mikro bisa memiliki jangkauan yang lebih luas di seluruh Indonesia.

"BRI harus bisa menjadi bank yang paling depan di negeri kita ini untuk punya finansial inclusion untuk menyalurkan kredit mikro. Agar kredit mikro terus berkembang, menjangkau semua kalangan masyarakat di Tanah Air," tambah SBY.

Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengungkapkan, skala operasional layanan BRI memerlukan dukungan jaringan komunikasi satelit yang setara dengan 23 transponder untuk memberikan layanan yang berkelanjutan hingga ke pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia.

"Sesuai dengan rencana bisnis jangka panjang Bank BRI. Akan mendukung perkembangan bisnis BRI," kata Sofyan.

Satelit yang diberinama BRISAT ini, targetnya akan mengorbit pada triwulan II-2016, dan tak hanya mampu menjangkau kawasan Indonesia, namun juga mampu menjangkau kawasan Asia Tenggara, sebagian wilayah Pasifik, hingga Australia Barat.

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, untuk melancarkan program ini, BRI mengeluarkan investasi mencapai Rp 2,5 triliun. Dengan beroperasinya satelit ini, BRI bisa berhemat Rp 250 miliar untuk biaya operasional.

"Selama ini untuk keperluan komunikasi BRI Rp 500 miliar satu tahun. Dengan membeli satelit itu bisa Rp 200-250 miliar setahun," tutup Dahlan.
Beli Satelit Rp 2,5 T, BRI Jamin 19 Ribu ATM Tak akan terputus

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) melakukan penandatanganan kesepakatan pembelian satelit US$ 250 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun. Dari mana uang ini didapat?

Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria mengatakan, anggaran pembelian satelit ini akan didapat dari internal perusahaan, atau kas pribadi BRI. Bank BUMN ini tidak akan mencari uang dari surat utang atau obligasi.

"Kita sisihkan anggaran untuk investasi. Jadi budget yang kita anggarkan US$ 250 juta," kata Budi saat dihubungi, Senin (28/4).

Budi mengatakan, harga pembelian pesawat ini akan berada di bawah US$ 250 juta, karena ada negosiasi yang dilakukan oleh BRI. Kemudian, pembayaran satelit ini juga akan dicicil selama 2 tahun.

"Itu jumlahnya (harga satelit) tidak segitu (US$ 250 juta). Karena proses negosiasi bagus sekali. Angkanya jauh di bawah itu, dan itu dibayar bertahap selama 2 tahun terhitung sejak kontrak. Misalnya, kita siapkan uang Rp 100 juta untuk beli mobil, tahunya dapat harga di bawah itu. Seperti itu," pungkas dia.

Rencananya, satelit akan menjangkau wilayah layanan Indonesia, dan negara-negara ASEAN, Asia Timur termasuk sebagian Tiongkok, sebagian Pasifik termasuk Hawaii serta Australia Barat. BRISAT akan memiliki 36x36 MHz transponder C-Band dan 9x72 Mhz Ku-band.

BRI membeli satelit tersebut dari perusahaan profesional asal Amerika Serikat, Space Systems/Loral, LLC (SSL). Sementara yang meluncurkannya adalah Arianespace yang merupakan perusahaan dari Perancis.

Satelit itu akan memiliki 45 transponder, yang akan digunakan BRI untuk keperluan operasional perbankan adalah sebanyak 22-23 transponder. Sedangkan 4 transponder akan diberikan kepada pemerintah Indonesia untuk keperluan pemerintahan, seperti sensus data kependudukan, data pertanian, dan lainnya. (detikfinance/h)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru