Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Jokowi: Pendidikan Gratis Tak Selesaikan Masalah Pendidikan

8Ahok: Guru PNS yang Ngajar Tak benar Saya Pecat
- Sabtu, 03 Mei 2014 19:25 WIB
530 view
 Jokowi: Pendidikan Gratis Tak Selesaikan Masalah Pendidikan
Jakarta (SIB)- Gubernur DKI Jokowi menyampaikan urusan pendidikan tak selesai pada diberikannya pendidikan gratis. Jadi kalau ada yang beranggapan bila pendidikan gratis menjadi kunci menyelesaikan persoalan pendidikan di Indonesia dia tak sepakat.

"Jangan dipikir pendidikan gratis menyelesaikan masalah, nggak. Masih ada buku, sepatu, seragam. Itu konkret yang harus dilihat kebutuhan masyarakat," tutur Jokowi di balai kota, Jl Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (2/5).

Jokowi sudah memberikan pendidikan gratis bagi siswa di Jakarta. Lewat kartu Jakarta pintar siswa bisa memperoleh pendidikan gratis. Tapi tak hanya itu saja yang disinggung Jokowi. Menurut dia, persoalan yang lain yakni kesejahteraan guru dan tenaga honorer di bidang pendidikan.

"Oleh karena itu, kesejahteraan guru itu wajib, baik guru honorer maupun PNS," kata Jokowi.

Pecat

Kualitas pendidikan di Indonesia terbilang masih kalah dari beberapa negara sahabat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai memang masih kurangnya pendidikan di Indonesia namun soal teori siswa-siswi di Indonesia lebih unggul dibandingkan Australia dan Amerika Serikat.

"Anak-anak Amerika dan Australia itu matematikanya kalah dari anak-anak kita kalau dari teori. Tapi kalau kedisiplinan dan ketahanan hidup, mereka lebih bagus," kata Ahok di Balai Kota, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (2/4).

Ahok menjelaskan karena sejak kecil siswa-siswi AS dan Australia mereka sudah diajarkan kepercayaan diri, hal itulah yang membuat ketahanan hidup dan kedisiplinan lebih bagus diabandingkan siswa-siswi di Indonesia.

"Dari kecil-kecil (siswa-siswi Austalia dan Amerika) sudah presentasi di depan. Kalau kita kan tidak. Kita kan yang penting bisa paham, bisa hafal, bisa baca, bisa nulis," terangnya.

Lanjutnya, untuk dapat bersaing dengan negara-negara sahabat dalam hal pendidikan maka dimunculkanlah kurikulum 2013. Namun yang masih menjadi kendala hingga kini ialah kualitas guru.

"Memang tidak semuanya guru kita jelek. Tapi pada umumnya begitu punya sertifikat, mereka jadi cuek. Emang lu pikirin gue takut dipecat?" Jelas Ahok.

Ia menuturkan, pernah dilakukan tes terhadap guru-guru di Jakarta, hasilnya 2/3 guru-guru di DKI Jakarta nilainya di bawah 50. Mengetahui kualitas guru kurang, komite sekolah berinisiatif bayar guru les untuk ngajar.

"Yang guru aslinya disuruh tidak usah ngajar. Itulah yang banyak terjadi dan mau kita perbaiki. Begitu UU ASN keluar, kita mau pecat-pecatin guru PNS yang kerjanya tidak benar," tegas Ahok.

Ahok menegaskan, kita mesti usahakan bagaimana agar standar pendidikan kita bisa lebih baik daripada pendidikan di luar negeri. Supaya ke depan tidak ada lagi yang tertinggal.

"Terus yang mengajar di sekolah itu harus benar-benar guru, bukan guru les. Selama ini kan lebih banyak guru les. Jadi anaknya pengin nilainya bagus, tapi sehari-harinya tidak diperhatikan," tutupnya.(detikcom/d)   
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru