Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Pileg di LN yang Nyoblos Cuma 2%, Disangka Pilpres

- Kamis, 08 Mei 2014 11:16 WIB
452 view
 Pileg di LN yang Nyoblos Cuma 2%, Disangka Pilpres
SIB/ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/Koz/pd/14.
REKAPITULASI SUARA PILEG: Seorang petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggandakan sejumlah dokumen yang digunakan dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu Legislatif Tahun 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (7/5). KPU baru m
Jakarta (SIB)- Komisi Pemilihan Umum telah selesai menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk luar negeri dengan partisipasi hanya 22,19 persen. Ketua Pokja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Wahid Supriyadi mengatakan ada beberapa faktor yang sebabkan partisipasi rendah. Apa saja?

"Mereka tidak mengenal caleg, jangankan di luar negeri di sini juga tak kenal," kata ketua Pokja PPL Wahid Supriyadi di kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Rabu (7/5).

Wahid menuturkan pemilih di luar negeri hanya memilih caleg dari dapil DKI II, sementara tak semua caleg dikenal. Faktor lainnya banyak pemilih di luar negeri mengira pemilu legislatif adalah pemilu presiden.

"Ada kampung Bugis di Malaysia, mereka tanya JK maju nggak? Kita bilang ini bukan pilpres. Di Hongkong juga mereka sebut nama, Jokowi maju nggak? Ini pileg," ujarnya.

Rendahnya partisipasi memilih juga disebabkan akibat tingginya jumlah pemilih yang menggunakan paspor, tapi waktunya hanya diberi kesempatan satu jam sebelum TPS tutup. Mereka urung memilih karena sempitnya waktu.

"Separuh jumlah pemilih luar negeri itu ada di Malaysia, tapi partisipasi di Malaysia hanya separuh. Beberapa masalah misal dropbox tapi baliknya kosong karena kena razia. Beberapa perusahaan nggak mau ribet jadi dropbox ditolak dan lainnya," paparnya.

Kondisi berbeda dihadapi WNI di Timur Tengah yang mayoritas adalah PRT. Tingkat partisipasi di sana hanya sekitar 20 persen. Para PRT kesulitan menggunakan hak pilih karena sulit mendapatkan izin keluar dari majikan.

"Tahun 2009 saya dubes di Abudabi, semua upaya dilakukan. Tapi kita mau SMS mereka gak pegang Hp, email mereka nggak punya akses sehingga yang menggunakan hak pilih hanya para profesional yang punya skill," ucap Wahid menjelaskan.

Berdasarkan rekap pokja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), pemilih luar negeri yang tercatat di DPT sebanyak 2.025.005 orang, DPTb 9.557 orang, DPK 32.464 orang, dan DPKTb 26.272 orang sehingga total pemilih sebanyak 2.093.298 orang.

Sementara pemilih yang menggunakan hak pilihnya di luar negeri yaitu di DPT sebanyak 389.035 orang, DPTb 4.826 orang, DPK 10.900 orang DPKTb 59.317 orang. Jadi total pengguna hak pilih luar negeri mencapai 464.458 orang.

Untuk menghitung partisipasi memilih, maka total pengguna hak pilih yang sama dengan jumlah total suara sah dan tidak, dibagi total pemilih yang tercatat lalu dikali 100 persen. Yaitu 464.458/ 2.093.298 x 100 persen. Didapati angka 22,19 persen.(detikcom/d)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 8 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru