Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026

Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua Pegang Senpi yang Dipasok dari Luar Negeri

- Kamis, 12 Juni 2014 11:24 WIB
306 view
 Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua Pegang Senpi yang Dipasok dari Luar Negeri
Jayapura (SIB) - Dua senjata api (Senpi) yang berhasil disita gabungan TNI-Polri dari kelompok kriminal bersenjata di Tinggi Nambut, Papua merupakan senjata yang berasal dari luar negeri. Penyitaan senjata api jenis laras pendek itu bersamaan dengan tewas tertembaknya Pimpinan KKB, Timika Wonda pada Sabtu (7/6) lalu.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Crhistian Zebua kepada wartawan mengungkapkan dua senjata milik KKB yang berhasil disita saat penembakan pimpinan KKB Tinggi Nambut, Timika Wonda. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap senjata itu ternyata tidak sama dengan senjata yang dipakai anggota TNI dan Polri. Ini membuktikan kalau KKB di Papua telah memasukkan senjata dari luar negeri.

"Senjata yang berhasil kita sita dari kelompok kriminal bersenjata itu ternyata berbeda dengan yang dipakai anggota TNI dan Polri, jenis senjata itu ada buatan Cina," katanya, Selasa (10/6).

Menurut Christian Zebua, dari mana masuknya senjata tersebut ke Papua masih ditelusuri. "Saya tegaskan, kalau kelompok Timika Wonda itu adalah Kelompok Kriminal Bersenjata bukan OPM, mereka adalah militan yang selalu mengganggu masyarakat dikabupaten Puncak Jaya, Papua," tegasnya.

Sementara itu Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian mengungkapkan, dengan tertangkapnya dua pucuk senjata api dari KKB di Tinggi Nambut, Puncak Jaya, menguatkan bahwa ada perdagangan senjata api dari luar negeri.

Pihaknya masih melakukan penyidikan atas kasus pemasukan senjata ke Papua ini. Dimana pada waktu lalu dua orang pelaku pemasuk senjata ke Papua sudah tertangkap. Satu orang membawanya dari Fhilipina Selatan lewat Manado lalu ke Papua dengan menggunakan kapal penumpang dan satu mendatangkan lewat negara PNG. Keduanya sudah ditahan di Mapolda Papua.

Namun pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan siapa-siapa jaringannya dan siapa yang mendanai pembelian senjata tersebut.(Detikcom/i)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru