Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

13 Korban Longsor di Tomohon Masih Tertimbun

- Sabtu, 18 Januari 2014 17:13 WIB
586 view
13 Korban Longsor di Tomohon Masih Tertimbun
SIB/Int
Petugas Evakuasi melakukan upaya evakuasi di sisa timbunan tanah longsor
Tomohon (SIB)- Petugas gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD masih melakukan evakuasi terhadap sejumlah korban longsor di beberapa lokasi di Tomohon, Sulawesi Utara, dan korban paling banyak di kilometer 13, Jumat  (17 /1).

Petugas gabungan dari Polri, TNI, dan warga masih melanjutkan pencarian terhadap para korban. Lokasi terparah yang tertimbun berada di Tambulinas, Tinooor, Lingkungan Dua, Kecamatan Tomohon Utara. Di lokasi tersebut, ruas jalan penghubung Tomohon-Manado putus sejak, Rabu (15/1) pagi.

Umumnya, para korban merupakan pengendara dan penumpang kendaraan yang sedang berteduh dari hujan. Ketika berteduh, longsor langsung menerjang para korban. Pekerja rumah makan juga tak luput dari terjangan longsor.

Minimnya peralatan untuk menggali material longsor, membuat tim kesulitan mencari para korban. Selain itu, hujan yang turun terus menerus juga menyulitkan pencarian.

Hari ini personil TNI di Minahasa dikerahkan secara penuh, untuk melakukan pencarian korban, dan peralatan berat pun dilibatkan.

Seperti yang dikutip dari Metro TV, Dandim 1302/Mihanasa, Letkol (Kaf) Herry Susanto mengatakan, pihaknya sudah memetakan lokasi-lokasi terparah akibat longsor. "Sudah kami lokalisasi, dan kita fokus di sini (Tomohon Utara), serta telah diturunkan kekuatan besar dengan alatnya, sehingga bisa efektif. Ada 100 personel TNI AD bersama alat-alatnya," ujar Herry.

Sementara itu, salah seorang petugas SAR dari sipil mengatakan, menurut keterangan saksi mata, setidaknya ada 13 orang yang tertimbun longsor di jalur Tomohon-Manado. Itu baru di satu titik, kemungkinan besar masih ada korban di lokasi lain. "Menurut saksi-saksi, ada 13 korban yang di satu tempat," ujar salah seorang petugas tersebut.

Korban Banjir Mulai Kelaparan
Warga korban banjir bandang dan tanah longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) mulai menderita  kelaparan. Pasokan bahan  makanan  dari pemerintah setempat sangat minim tidak sesuai dengan  jumlah warga yang membutuhkan, Jumat (17/1).

Di Kecamatan Tikala, Kecamatan Wawonasa, Manado, misalnya, yang dilanda musibah terparah  pengamatan di lapangan, kemarin, puluhan ribu warga yang berdomisili di beberapa  kelurahan di dua kecamatan tersebut, warga berebutan  saling merampas bantuan makanan siap saji yang disalurkan para donatur.

Bahkan, di Kelurahan Banjer Lingkungan IV, dan Kelurahan Kampung Ternate, sejak Kamis (16/1),  pasca banjir, umumnya warga belum merasakan bantuan bahan makanan dan air minum dari pemerintah setempat.  Kalaupun ada bantuan, itu diberikan oleh pihak organisasi Gereja, Masjid dan para calon legislatif.

Bantuan tersebut berupa mie instan. "Kami butuh makanan siap saji. Kalau pemerintah beri bantuan beras atau mie instan,  kami mau masak dengan apa. Kompor untuk memasak rusak, kayu bakar tidak ada.

Kalau seminggu kami bisa mati kelaparan," kata Renol Matulesi, warga di Kelurahan Dendengan.
Menurut Renol, bantuan makanan saji dari pemerintah selama banjir sampai sekarang baru sekali disalurkan. Itupun dalam sehari hanya satu kali nasi bungkus dengan ikan malalugis/ikan tongkol.(A24/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru