Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026

10 persen Pemilih Indonesia Penyandang Disabilitas

- Jumat, 20 Juni 2014 15:26 WIB
296 view
10 persen Pemilih Indonesia Penyandang Disabilitas
Jakarta (SIB)- Jaringan Pemilu Akses bagi Penyandang Disabilitas (Agenda) akan melakukan pemantauan pada pilpres 9 Juli mendatang. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemilu memperhatikan aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Menurut Koordinator Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Ghufron Sakaril, 10 persen dari jumlah pemilih Indonesia merupakan penyandang disabilitas. Pemilu tahun ini menjadi momen penting bagi pemenuhan hak politik bagi penyandang disibilitas. Penyandang disabilitas bukan hanya berdasarkan belas kasihan tapi juga hak.

"Juga hak berpartisipasi jadi anggota legislatif ataupun presiden suatu saat nanti. Dan juga hak jadi penyelenggara. PPDI berterimakasih sekali bisa kerjasama dengan JPPR dan IFES. Kami ingin memastikan aturan-aturan tentang penyandang, bisa berlangsung baik, seperti disediakan tempat, akses-akses lainnya, punya kesempatan yang sama untuk memillih," kata Ghufron.

Ghufron menyampaikan ini kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di kantor Agenda, Jalan Cokroaminoto, nomor 104, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/6).

Ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Muhammad Afifuddin mengungkapkan, jika pada pemilu dahulu disabilitas dianggap suatu kecacatan dan disebut tidak sehat, saat ini disabilitas bukan lagi penghalang dan punya hak untuk jadi penyelanggara.

"Apakah TPS bisa diakses kursi roda, apakah tersedia alat bantu braille. Tantangannya lagi, bagaimana menjelaskan agar dapat berlangsung dengan baik. Kita ingin isu ini disuarakan banyak pihak, tidak hanya bagi penyandang disabilitas," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan, pemantauan akan dilakukan di 5 provinsi, seperti DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah dan Aceh. Terdapat 60 relawan yang diterjunkan untuk setiap provinsi. Yaitu, 30 relawan dari PPDI dan 30 relawan dari JPPR.

"Kami tidak ingin disabilitas hanya jadi objek semata. Kita tidak hanya konsen soal siapa menang dan kalah, tapi apakah sudah akses, hasil-hasil ini nanti akan kita sandingkan dengan praktik penyelenggaraan pemilu di beberapa negara," katanya.  (detikcom/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru