Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Parpol Diminta Cegah Dangdut Goyang Erotis Saat Kampanye

*Caleg Banyak yang Salah Sasaran
- Selasa, 25 Maret 2014 19:00 WIB
519 view
 Parpol Diminta Cegah Dangdut Goyang Erotis Saat Kampanye
Jakarta (SIB)- Tak bisa dipungkiri, banyak anak kecil yang ikut menonton kampanye akbar partai politik. Apalagi, keramaian kampanye di lapangan itu diiring musik dangdut. Banyak anak-anak usia SD baik dengan datang sendiri atau diajak orangtuanya ke lokasi kampanye.

Nah, karena itu diharapkan para penyelenggara kampanye dari partai politik bisa melakukan upaya pencegahan. Mulai dari melarang anak kecil kampanye sampai menghadirkan dangdut yang sopan tak ada goyang erotis.

"Partai yang melibatkan anak-anak dan menyalahgunakan anak dalam kegiatan partai dapat dikenakan sanksi oleh Bawaslu," kata Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Senin (24/3/2014).

Arist meminta agar Panwaslu yang melakukan pengawasan pun tak diam saja. Ada baiknya melakukan teguran atau menghentikan kampanye bila goyang erotis diperagakan di panggung kampanye.

"Silakan dilaporkan partai apa yang mempertontonkan hiburan musik dangdut dengan goyang erotis," tutup dia.

Salah Sasaran Kampanye


Banyaknya calon pemilih dalam pesta demokrasi 2014 ini yang tidak mengenal para calon legislator (Caleg) dibenarkan oleh kalangan pengamat politik.
Pengamat politik dari Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda, menyatakan sebagian besar caleg yang bertarung dalam pemilu tahun ini tidak dikenal oleh masyarakat. "Tingkat popularitas dan elektabilitas caleg-caleg sangat rendah," kata Hanta saat dihubungi, Sabtu (22/3).

Dengan fenomena yang seperti itu, ujar Hanta, maka para pemilih nanti lebih memilih pada partai politiknya ketimbang calegnya. "Caleg-caleg yang ada kurang membumi," ucap Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute ini.

Ketua Yayasan Indonesia Berdemokrasi ini menegaskan banyak tidak dikenalnya caleg oleh masyarakat disebabkan kesalahan para caleg dalam mengkampanyekan diri.

Hanta menilai kampanye para caleg yang kebanyakan memasang berbagai atribut atau poster di pohon-pohon dan tiang-tiang listrik di pinggir jalan tidak efektif untuk memperkenalkan diri ke publik.

Seharusnya, Hanta menekankan, caleg-caleg dalam berkampanye langsung terjun ke masyarakat. Misalnya blusukan ke rumah-rumah penduduk atau ke pasar-pasar tradisional sambil memperkenalkan program dan visi misinya. "Jadi harusnya ada sentuhan emosional langsung ke masyarakat," tegasnya. (detikcom/h/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru