Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Impor Jalan Terus, Pemerintah Yakin Pasokan Daging Aman Sampai Lebaran

- Senin, 16 Juni 2014 14:56 WIB
179 view
 Impor Jalan Terus, Pemerintah Yakin Pasokan Daging Aman Sampai Lebaran
Jakarta (SIB)- Pemerintah menyatakan pasokan daging sapi aman saat Ramadhan dan Idul Fitri. Ini karena pasokan dari impor masih terbuka, baik untuk sapi bakalan, sapi siap potong, hingga daging beku (frozen).

Dengan pasokan yang aman, harga daging sapi diharapkan bisa stabil. Bahkan bisa turun dari yang saat ini berada di kisaran Rp 98.000 per kg.

"Masyarakat jangan khawatir karena impor sapi bakalan dan sapi potong jalan terus untuk mencukupi kebutuhan puasa dan lebaran. Nggak ada istilah di kuota, sudah diberikan keleluasaan untuk importir," ungkap Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina, Minggu (15/6).

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi menambahkan, realisasi impor daging sampai saat ini sudah 9.778 ton atau 21,58% dari total izin impor daging yang diberikan 45.292 ton.

"Untuk triwulan II (April-Juni) dari jumlah izin impor daging sapi yang diberikan 45.292 ton. Sampai 13 Juni baru terealisasi sebesar 9.778 ton," kata Bachrul melalui pesan singkatnya.

Kemudian ada 145.000 ekor sapi bakalan impor yang sudah masuk pada triwulan II-2014. Akan disusul masuk 99.000 ekor sapi bakalan. Pada periode yang sama, sudah ada pasokan 18.900 ekor sapi impor siap potong dan 3.037 ekor sapi dari lokal.

Sebelumnya, Bachrul menyebutkan harga rata-rata daging sapi nasional memang mengalami penurunan. Harga rata-rata eceran daging sapi pada minggu pertama Mei tercatat Rp 97.488 per kg. Harga ini lebih rendah dari rata-rata eceran harga daging sapi pada minggu pertama April yaitu Rp 98.101/kg.

"Jadi posisi yang sampai minggu ini dan cukup tersedia. Dua minggu setelah lebaran akan naik impor," jelas Bachrul.

Toleransi

Kementerian Perdagangan meminta para pedagang untuk tidak mengambil keuntungan yang berlebihan dari penjualan daging sapi. Apalagi akan memasuki masa Ramadhan dan Idul Fitri, kala permintaan sedang tinggi.

Srie Agustina mengharapkan peran serta pedagang untuk mengendalikan harga daging meskipun ada kesempatan untuk mengambil keuntungan lebih. Ia masih memahami jika kenaikan harga daging berkisar 5-10%.

"Kita ingin pedagang boleh mengambil keuntungan, tapi jangan berlebihan. Kita masih memahami kenaikan itu di sekitar 5-10%," tutur Srie.

Jadi, lanjut Srie, dari harga daging yang seharusnya pada kisaran Rp 88.000 per kg ditambah dengan keuntungan Rp 5.000 per kg (kisaran 5-10%), maka hanya akan sebesar Rp 93.000/kg. Keuntungan sebesar itu sudah cukup untuk pedagang.

Meski demikian, Kemendag akan terus berupaya agar harga daging sapi bisa turun dari yang sekarang sekitar Rp 98.000 per kg. "Kita nggak ingin bertarget yang muluk-muluk, tapi intinya semakin berkurang. Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 3.000, itu akan berarti buat masyarakat," ucap Srie.

Diketahui, harga daging sapi bobot hidup yang diimpor tercatat pada kisaran Rp 33.000-34.000 per kg, sedangkan sebelumnya Rp 39.000 per kg.

Dari sapi hidup tersebut, kemudian dipotong sampai berbentuk karkas (tulang dan daging) sehingga harganya berubah menjadi Rp 68.000 per kg. Ditambah dengan biaya lainnya, harga daging sapi yang dijual harusnya menjadi sekitar Rp 85.000-88.000 per kg. (detikfinance/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru