Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

RI Stop Ekspor Tambang Mentah, Pabrik Smelter di Tiongkok Banyak Bangkrut

- Selasa, 24 Juni 2014 17:03 WIB
229 view
RI Stop Ekspor Tambang Mentah, Pabrik Smelter di Tiongkok Banyak Bangkrut
Jakarta (SIB)- Pemerintah sejak 12 Januari 2014 mengeluarkan kebijakan larangan ekspor mineral dan tambang mentah, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.

Dampak dari aturan tersebut sangat besar bagi pabrik smelter (pemurnian) di Tiongkok. Selama ini, pabrik-pabrik tersebut mendapatkan pasokan bahan baku dari Indonesia.

"Saya baru kemarin ke Tiongkok, di sana itu banyak pabrik smelter yang bangkrut," ucap mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (23/6).

Sayangnya, ungkap Anwar, ketika para investor smelter Tiongkok ingin memindahkan investasi smelter di Indonesia, pabrik smelternya tidak mendapatkan pasokan listrik.

"Mau pindah ke Indonesia, tapi listriknya nggak ada, di Jakarta saja sering mati lampu sekarang ini, apalagi untuk smelter," ucapnya.

Anwar menyayangkan aturan pelarangan ekspor ini berdampak luas juga bagi Indonesia, karena pendapatan negara berkurang. Padahal saat ini keuangan negara sedang defisit, sehingga membuat pemerintah harus memangkas anggaran belanja total hingga Rp 43 triliun.

"Tidak hanya itu, akibat banyak pabrik smelter di Tiongkok bangkrut ekonomi negara itu juga turun, akibatnya mempengaruhi ekonomi kita juga, ini yang salah, kebijakan itu harus ditinjau ulang lagi," tutupnya. (detikfinance/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru