Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

KIARA: Nelayan Kecil Belum Siap Hadapi Mea

- Kamis, 21 Agustus 2014 14:12 WIB
183 view
KIARA:  Nelayan Kecil Belum Siap Hadapi Mea
Sorong (SIB)- Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menyatakan pelaku perikanan seperti nelayan dan pembudidaya berskala kecil masih belum siap menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

"Jika dibiarkan, nelayan, pembudidaya dan perempuan nelayan di Indonesia hanya akan menjadi buruh di tengah persaingan regional," kata Sekjen Kiara Abdul Halim, dalam keterangan tertulis yang diterima di Sorong, Papua Barat, Rabu.

Menurut Abdul Halim, klaim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyikapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 harus dibuka ke hadapan publik, khususnya pemangku kepentingan kelautan dan perikanan nasional.

Hal itu, ujar dia, karena pelaku perikanan skala kecil belum mendapatkan rencana kerja yang akan dilakukan oleh KKP dalam merespons tujuan ASEAN, padahal masa pemberlakuan MEA sudah semakin dekat.

Ia mengungkapkan, terdapat tujuan utama MEA terkait bidang perikanan antara lain meningkatkan perdagangan dan tingkat kompetisi produk/komoditas perikanan baik intra maupun ekstra ASEAN.

Selain itu, lanjut Halim, mempromosikan kerja sama dan transfer teknologi dengan organisasi regional, internasional, dan sektor privat, serta memberikan keuntungan kepada pelaku perikanan skala kecil di kawasan Asia Tenggara.

"Dalam konteks ini, keterlibatan nelayan, pembudidaya dan perempuan nelayan menjadi sangat penting," katanya.

Untuk itu, Sekjen Kiara menegaskan, MEA Center yang dibangun KKP harus proaktif menjembatani masyarakat perikanan skala kecil agar kompetitif dalam mempersiapkan dan menghadapi dampak negatif MEA 2015.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Subjakto menginginkan Indonesia jangan hanya menjadi penonton saat diberlakukannya MEA tahun 2015.

"Dalam menghadapi pasar bebas ASEAN pada 2015, kita harus siap sebagai pemain, jangan hanya sebagai penonton yang hanya membeli produk dari luar," ujar Slamet.

Untuk itu, menurut dia, diperlukan adanya peningkatan efisiensi, daya saing, nilai tambah, dan juga produktivitas dari beragam kinerja perekonomian di berbagai daerah di Tanah Air.

Ia juga mengutarakan optimismenya bahwa tujuan tersebut dapat tercapai antara lain melalui penerapan teknologi serta keberhasilan suatu daerah juga dapat memotivasi daerah lain. (Ant/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru