Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Mei 2026

Hingga 30 April 2024, Kondisi APBN di Sumut Defisit Rp 8,30 Triliun

Nelly Hutabarat - Kamis, 30 Mei 2024 19:38 WIB
852 view
Hingga 30 April 2024, Kondisi APBN di Sumut Defisit Rp 8,30 Triliun
Foto: dok/Kanwil DJPb
Konferensi Pers: Kakanwil DJPb Provinsi Sumatera Utara, Syaiful SE MM mewakili Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Utara saat melakukan konferensi pers secara virtual, Kamis (30/5/2024).

Sedangkan realisasi belanja negara per 30 April 2024 adalah sebesar Rp 20,16 triliun atau 29,52 % dari pagu. Namun bila dibandingkan dengan periode yang sama dari tahun lalu tumbuh sebesar 15,13 %.

APBN berperan menjaga ketahanan perekonomian nasional di tengah perlambatan kondisi global. Kerja keras APBN diwujudkan melalui peningkatan dan akselerasi belanja negara.

Realisasi belanja pemerintah pusat utamanya untuk pemenuhan kewajiban pemerintah dan bantuan kepada masyarakat.

Ada pun realisasi belanja pemerintah pusat sampai dengan 30 April 2024 di Sumatera Utara mencapai Rp 7,11 triliun atau 29,48 % dari pagu.

Berdasarkan data dari Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Utara, realisasi ini tumbuh 25,57 % (yoy) dipicu pertumbuhan belanja Plpegawai tumbuh 14,96 % (yoy).
Belanja narang tumbuh 58,74 % (yoy), belanja modal kontraksi 17,55 % (yoy) dan belanja sosial tumbuh 55,78 % (yoy).

Selaras dengan itu, realisasi transfer ke Daerah (TKDD) juga mampu tumbuh 10,14 % (yoy) dengan realisasi mencapai Rp 13,05 triliun atau 29,54 % dari total anggaran TKDD.


Kemenkeu terus mendorong percepatan implementasi kredit/pembiayaan bagi UMKM.


Kemudian untuk penyaluran Ultra Mikro (UMi) hingga 30 April 2024 di Sumatera Utara tercatat telah disalurkan kepada 41.069 debitur dengan total penyaluran Rp215,68 miliar.

Sementara itu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumut telah disalurkan kepada 71.513 debitur dengan total penyaluran Rp4,76 triliun. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru