Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 17 Juni 2026

Rupiah Kembali Melemah, Pasar Waspadai Kebijakan Moneter Bank Sentral AS

Nelly Hutabarat - Rabu, 17 Juni 2026 11:53 WIB
141 view
Rupiah Kembali Melemah, Pasar Waspadai Kebijakan Moneter Bank Sentral AS
Foto ist
Dolar Amerika Serikat dan Rupiah Indonesia.

Medan(harianSIB.com)

Pasar saham Asia pada perdagangan Rabu pagi ini (17/6/2026), bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar masih menantikan keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan menentukan besaran suku bunga acuan pada perdagangan hari ini waktu AS.

Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin menyebutkan, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%, namun pasar tetap mewaspadai arah kebijakan yang berpotensi bernada hawkish.

Di sisi lain, kabar rencana AS menyampaikan detail kesepakatan perdamaian dengan Iran ke Kongres turut menjadi perhatian pasar. Meski tensi geopolitik di Timur Tengah mulai mereda, pelaku pasar masih menunggu kepastian kesepakatan yang ditandatangani kedua pihak.

"IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini menguat ke level 6.321, namun penguatan tersebut dibayangi pelemahan Rupiah yang berada di kisaran Rp17.750 per dolar AS," katanya.

Baca Juga:
Ia menyebutkan, tekanan terhadap Rupiah berpeluang meningkat apabila The Fed mempertahankan suku bunga dengan memberikan sinyal kebijakan lebih ketat ke depan, atau bahkan menaikkan suku bunga acuannya.

Sementara itu, harga emas dunia masih berada di kisaran 4.343 dolar AS per ons troi atau sekitar Rp2,27 juta per gram. Harga emas mendapat dukungan dari perkembangan geopolitik, namun investor masih memilih sikap menunggu (wait and see) terkait keputusan The Fed.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Banyak Negara Berlomba Naikkan Suku Bunga
Federal Reserve Pertahankan Suku Bunga Acuan
BI Naikkan Suku Bunga Menjadi 5,5 Persen
Rupiah Terpuruk Rp 14.600 Per Dolar AS, IHSG Melemah
Pernyataan Trump Berdampak pada Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Kenaikan Suku Bunga Acuan Tak Harus Diikuti Bunga Bank
komentar
beritaTerbaru