Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026

Sumut Surplus Beras 5.704 Ton hingga Juli 2026

Nelly Hutabarat - Rabu, 19 Agustus 2026 09:15 WIB
234 view
Sumut Surplus Beras 5.704 Ton hingga Juli 2026
ANTARA/M.Sahbainy Nasution
Stok beras di Gudang Bulog Sumatera Utara di Medan, Sumut.

Medan(harianSIB.com)

Sumatera Utara masih mampu menjaga surplus beras hingga Juli 2026. Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumut mencatat produksi padi sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 1.407.798 ton Gabah Kering Panen (GKP), setara dengan sekitar 807.536 ton beras.

Sementara itu, kebutuhan beras masyarakat Sumut dalam periode yang sama tercatat 801.832 ton. Dengan demikian, Sumut mengalami surplus beras sekitar 5.704 ton.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumut, Yusfahri Peranginangin, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan produksi beras di Sumut masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Produksi gabah di Sumut sekitar 5,2 ton per hektare," ujar Yusfahri, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga:
Sejumlah daerah menjadi sentra utama produksi padi di Sumut. Serdang Bedagai mencatat produksi tertinggi dengan 181.071 ton GKP, disusul Deli Serdang 141.181 ton, Simalungun 131.839 ton, Tapanuli Utara 125.609 ton dan Langkat 86.090 ton GKP.

Yusfahri menegaskan, pihaknya akan terus mempertahankan capaian swasembada pangan Sumut. Program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Pemerintah Provinsi Sumut, menurutnya, akan terus didukung agar ketahanan pangan tetap terjaga, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Capaian produksi padi Sumut pada 2026 sejauh ini juga melanjutkan tren positif tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, produksi padi berdasarkan angka tetap (ATAP) mencapai 3.524.578 ton GKP atau setara 2.244.452 ton beras.

Dengan kebutuhan beras Sumut selama 2025 yang mencapai 1.710.751 ton, provinsi ini mencatat surplus sebesar 533.701 ton.

Pada 2025, lima daerah dengan produksi padi terbesar di Sumut adalah Serdang Bedagai sebanyak 514.077 ton GKP, Simalungun 352.194 ton, Mandailing Natal 331.544 ton, Deli Serdang 324.300 ton dan Tapanuli Utara 217.690 ton.

Produktivitas padi Sumut berada pada kisaran 5,1 hingga 5,2 ton per hektare. Di lahan beririgasi, produktivitas bahkan dapat mencapai 7-8 ton per hektare, dengan rendemen beras sekitar 55-60 persen.

Untuk mempertahankan produksi, pemerintah menerapkan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi dilakukan melalui penggunaan benih unggul, perbaikan jaringan irigasi, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Sementara ekstensifikasi dilakukan melalui pencetakan lahan pertanian baru.

Atas kontribusi Sumut dalam mendukung swasembada pangan nasional, Gubernur Sumatera Utara juga menerima penghargaan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut diserahkan di Karawang pada awal 2026.

Sumut pun tercatat sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Indonesia dan masuk dalam jajaran 10 besar provinsi dengan produksi beras tertinggi secara nasional. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kejati Sumut Edukasi Pelajar SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan soal Narkoba dan UU ITE
PLN UID Sumut Siagakan 3.069 Personel Jaga Keandalan Listrik HUT ke-81 RI
PLN UIP SBU Perkuat Sinergi dengan Polda Sumut Amankan Infrastruktur Ketenagalistrikan
Polda Sumut Peduli Bencana NTT, Kirim Bantuan Beras 25 Ton
Wakajati Sumut Bacakan Amanat Jaksa Agung pada Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT Ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas
komentar
beritaTerbaru