Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 19 Agustus 2026

IHSG Menguat 0,75 Persen di Tengah Tekanan Bursa Asia dan Pelemahan Rupiah

Nelly Hutabarat - Rabu, 19 Agustus 2026 09:17 WIB
117 view
IHSG Menguat 0,75 Persen di Tengah Tekanan Bursa Asia dan Pelemahan Rupiah
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). Ilustrasi

Dalam jangka pendek, Gunawan menilai dolar AS masih berpeluang menguat terhadap sejumlah mata uang, termasuk rupiah. Salah satu pemicunya adalah harga minyak mentah yang masih bertahan di atas 90 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral dunia, yang pada akhirnya dapat memperkuat dolar AS.

Sentimen yang sama turut memberikan tekanan terhadap harga emas. Pada perdagangan Selasa sore, harga emas melemah ke level 4.387 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp2,53 juta per gram.

Pelemahan harga emas terjadi seiring kenaikan harga minyak mentah serta meningkatnya ketidakpastian terkait dibukanya kembali Selat Hormuz setelah berakhirnya masa gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
IHSG Menguat 1,59 Persen, BYAN Jadi Penopang Utama
Harga Minyak Mentah Naik, Rupiah dan Emas Justru Menguat
Jelang Rencana Damai Iran-AS, IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat
Ultimatum AS ke Iran dan Data PDB Jadi Penentu Arah Rupiah-IHSG, Harga Emas Menguat
IHSG Menguat Saat Rupiah Melemah, Pasar Dibayangi The Fed dan Konflik Timur Tengah.
Rupiah Anjlok ke Rp18.105 per Dolar AS, Harga Emas Ikut Melemah ke Rp2,35 Juta per Gram
komentar
beritaTerbaru