Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 19 Agustus 2026

IHSG Menguat 0,75 Persen di Tengah Tekanan Bursa Asia dan Pelemahan Rupiah

Nelly Hutabarat - Rabu, 19 Agustus 2026 09:17 WIB
115 view
IHSG Menguat 0,75 Persen di Tengah Tekanan Bursa Asia dan Pelemahan Rupiah
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). Ilustrasi

Medan(harianSIB.com)

Di tengah mayoritas bursa saham Asia yang bergerak terkoreksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mampu bertahan di zona positif. Pada perdagangan Selasa (18/8/2026), IHSG ditutup menguat 0,75 persen ke level 6.449,830.

Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin mengatakan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.490 sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati level psikologis 6.500.

"Penguatan IHSG terjadi di tengah tekanan yang melanda mayoritas bursa saham Asia," ungkap Gunawan, Selasa (18/8/2026).

Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan. Rupiah ditutup melemah di level Rp17.850 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp17.860 per dolar AS.

Baca Juga:
Menurut Gunawan, tekanan terhadap rupiah terutama dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah dunia. Sementara itu, indeks dolar AS relatif stabil di level 99,6.

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun yang mencapai 4,75 persen. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah Indonesia sekaligus meningkatkan biaya penerbitan obligasi.

Dalam jangka pendek, Gunawan menilai dolar AS masih berpeluang menguat terhadap sejumlah mata uang, termasuk rupiah. Salah satu pemicunya adalah harga minyak mentah yang masih bertahan di atas 90 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral dunia, yang pada akhirnya dapat memperkuat dolar AS.

Sentimen yang sama turut memberikan tekanan terhadap harga emas. Pada perdagangan Selasa sore, harga emas melemah ke level 4.387 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp2,53 juta per gram.

Pelemahan harga emas terjadi seiring kenaikan harga minyak mentah serta meningkatnya ketidakpastian terkait dibukanya kembali Selat Hormuz setelah berakhirnya masa gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
IHSG Menguat 1,59 Persen, BYAN Jadi Penopang Utama
Harga Minyak Mentah Naik, Rupiah dan Emas Justru Menguat
Jelang Rencana Damai Iran-AS, IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat
Ultimatum AS ke Iran dan Data PDB Jadi Penentu Arah Rupiah-IHSG, Harga Emas Menguat
IHSG Menguat Saat Rupiah Melemah, Pasar Dibayangi The Fed dan Konflik Timur Tengah.
Rupiah Anjlok ke Rp18.105 per Dolar AS, Harga Emas Ikut Melemah ke Rp2,35 Juta per Gram
komentar
beritaTerbaru