Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 22 Agustus 2026

IHSG Bertahan di Zona Hijau, Rupiah Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS

Nelly Hutabarat - Jumat, 21 Agustus 2026 18:38 WIB
256 view
IHSG Bertahan di Zona Hijau, Rupiah Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS
Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpampang di Jakarta.

Medan(harianSIB.com)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mengakhiri perdagangan akhir pekan di zona hijau. Sepanjang sesi Jumat (21/8/2026), IHSG bergerak dalam rentang terbatas di level 6.507 hingga 6.551.

Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin mengatakan, penguatan mayoritas bursa saham Asia menjadi salah satu sentimen utama yang menopang pergerakan IHSG. Kondisi tersebut diperkuat minimnya sentimen negatif dari pasar keuangan global.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi penopang IHSG, di antaranya BUMI, BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, hingga ANTM. Penguatan pasar saham domestik juga sejalan dengan pergerakan rupiah yang menguat ke level Rp17.865 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS relatif stabil sehingga membatasi ruang penguatan mata uang Amerika Serikat pada perdagangan akhir pekan.

Meski demikian, penguatan rupiah masih dibayangi risiko dari kondisi neraca pembayaran Indonesia yang mencatat defisit. Pada kuartal II 2026, defisit neraca pembayaran meningkat menjadi 3,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari 1,09 persen pada kuartal I 2026.

Baca Juga:
Menurut Gunawan, pelebaran defisit tersebut menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan terhadap pergerakan rupiah ke depan. Terlebih jika harga minyak mentah dunia terus meningkat, kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap defisit eksternal Indonesia.

Di sisi lain, harga emas dunia kembali menguat dan mendekati level 4.600 dolar AS per troy ons. Harga emas tercatat berada di sekitar 4.586 dolar AS per troy ons atau setara sekitar Rp2,62 juta per gram.

Kenaikan harga emas menunjukkan kembali meningkatnya minat pelaku pasar untuk mengakumulasi aset safe haven tersebut. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian terhadap imbal hasil di pasar obligasi.

Sementara itu, penguatan rupiah dalam beberapa waktu terakhir turut dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga suku bunga acuan. Persepsi pasar terhadap independensi Bank Indonesia juga dinilai menjadi salah satu faktor yang ikut menopang kepercayaan terhadap rupiah. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
IHSG Menguat 1,68 Persen, Rupiah ke Rp17.740 per Dolar AS
IHSG Menguat 0,75 Persen di Tengah Tekanan Bursa Asia dan Pelemahan Rupiah
IHSG Menguat 1,59 Persen, BYAN Jadi Penopang Utama
Harga Minyak Mentah Naik, Rupiah dan Emas Justru Menguat
Jelang Rencana Damai Iran-AS, IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat
Ultimatum AS ke Iran dan Data PDB Jadi Penentu Arah Rupiah-IHSG, Harga Emas Menguat
komentar
beritaTerbaru