Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 18 September 2026

DKP Sumut Perkuat Ekonomi Biru, Kembangkan Kawasan Perikanan Unggulan

Danres Saragih - Kamis, 17 September 2026 17:11 WIB
459 view
DKP Sumut Perkuat Ekonomi Biru, Kembangkan Kawasan Perikanan Unggulan
Foto: harianSIB.com/Danres Saragih
Kabid Tangkap Jenny Masniari Sinaga memberikan keterangan pada konferensi pers yang digelar Diskominfo Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (17/9/2026).

Medan(harianSIB.com)

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumut memperkuat pengembangan ekonomi biru melalui kawasan perikanan unggulan yang mencakup perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil perikanan, serta konservasi laut dan pesisir. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi dan daya saing sektor kelautan dan perikanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi nelayan dan masyarakat pesisir.

Hal tersebut disampaikan Kepala DKP Sumut Sabar Jaya Telaumbanua SPi MSi, yang diwakili Kepala Bidang Tangkap Jenny Masniari Sinaga SPi MM, didampingi Sekretaris Imaida Noor Hasibuan SSTP MSi, Kabid KP3K Fitra Kurnia SE MSi, Kabid Budidaya dan P2HP M Riza Kurnia Lubis SPi MSi, dan Kabid PSDKP Jafar Sidik SH MH, dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Kamis (17/9/2026).

"Pada sektor perikanan tangkap, DKP Sumut memprioritaskan pengembangan kawasan di Sibolga, Tanjungbalai, Asahan dan Batubara. Pada 2026, pengembangan kawasan unggulan tersebut juga diarahkan pada komoditas ikan asin sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan," kata Jenny.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi perikanan tangkap sekaligus memperkuat daya saing dan nilai tambah hasil tangkapan. Selain itu, pengembangan kawasan perikanan diharapkan mendorong terbentuknya sentra-sentra ekonomi kelautan dan perikanan di daerah.

Baca Juga:
"Di sektor budi daya, Sumut memiliki potensi yang tersebar di 33 kabupaten/kota, termasuk komoditas udang vaname dan rumput laut. Pengembangan rumput laut diarahkan ke wilayah Kepulauan Nias dengan mempertimbangkan potensi pasar serta optimalisasi sumber daya kelautan yang tersedia," jelasnya.

Pada 2026, DKP Sumut juga melaksanakan program pengembangan kawasan budidaya berkelanjutan di Deliserdang, Karo, Dairi, Langkat, dan Batubara. Program tersebut antara lain berupa pemberian paket budidaya ikan lele, nila, dan ikan emas, serta dukungan pakan untuk membantu meningkatkan produktivitas pembudidaya ikan.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Indonesia Perlu Terus Fokus Budidaya Perikanan
DKP Sumut Diminta Gencar Sosialisasi Kartu Nelayan
Areal Persawahan Dusun IV Huta Lottung Berpotensi Budidaya Perikanan
Dinilai Janggal, FPDIP Pertanyakan Anggaran Sarana Budidaya Perikanan Tanjungbalai
Tangkap Trawl Malaysia, HNSI Asahan Apresiasi Kinerja PSDKP Sumut
komentar
beritaTerbaru