Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 26 Juni 2026

Lucu, RI Ketergantungan Impor Minyak dari Singapura yang Tak Punya Sumur Migas

- Rabu, 12 Februari 2014 19:21 WIB
661 view
 Lucu, RI Ketergantungan Impor Minyak dari Singapura yang Tak Punya Sumur Migas
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Luas Singapura lebih kecil dibandingkan luas Pulau Batam. Namun negara tersebut menjadi tumpuan Indonesia sebagai pemasok sebagian besar kebutuhan BBM Indonesia. Kok bisa?

Wakil Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan, lucu karena Indonesia mengimpor BBM dari Singapura. Padahal negara tersebut tidak punya lapangan atau sumur minyak dan gas bumi.

"Lucu kan, kita justru malah impor dari BBM dari Singapura. Padahal mereka tidak ada eksplorasi maupun eksploitasi minyak dan gas bumi di negaranya," ujar Fanshurullah, Selasa (11/2/2014).

Fanshurullah mengungkapkan, Singapura bisa menjadi pusat perdagangan minyak dan gas bumi di Asia Tenggara, karena Singapura memiliki kilang minyak yang paling canggih di dunia.

"Dia punya kilang minyak yang diklaim paling canggih di dunia, Singapura membeli banyak minyak mentah dari mana-mana, lalu dia olah menjadi produk jadi yakni BBM, lalu diekspor ke berbagai negara salah satunya ke Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan,  Indonesia mengimpor 900.000 barel per hari minyak mentah dan BBM dari total kebutuhan 1,4 juta barel per hari. Sebagian besar diimpor dari Singapura. Benarkah Indonesia ketergantungan impor BBM dari Singapura?

"Apa yang terjadi kalau Singapura setop ekspor BBM ke Indonesia, apa yang terjadi kalau Malaysia juga setop ekspor BBM ke Indonesia? 5 hari kita bisa meninggal," ungkapSusilo Siswoutomo akhir pekan lalu.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip, Selasa (11/2), sepanjang 2013 lalu, Indonesia mengimpor hasil minyak atau BBM dengan total US$ 28,56 miliar atau sekitar Rp 285 triliun, berjumlah 29,6 juta ton. Dari jumlah itu, nilai impor BBM dari Singapura adalah US$ 15,145 miliar atau sekitar Rp 151 triliun. Jumlah BBM yang diimpor Indonesia dari Singapura mencapai 29,6 juta ton.

Selain Singapura, berikut negara-negara yang BBM-nya sering dibeli oleh Indonesia sepanjang 2013:

Malaysia, dengan nilai US$ 6,4 miliar atau Rp 64 triliun. Jumlahnya 6,7 juta ton

Korea Selatan, dengan nilai US$ 2,53 miliar atau sekitar Rp 25 triliun. Jumlahnya 2,7 juta ton

Kuwait, dengan nilai US$ 906 juta atau sekitar Rp 9 triliun. Jumlahnya 1,07 juta ton

Arab Saudi, dengan nilai US$ 709 juta atau sekitar Rp 7 triliun. Jumlahnya 735 ribu ton

Qatar, dengan nilai US$ 538 juta atau sekitar Rp 5 triliun. Jumlahnya 562 ribu ton

Uni Emirat Arab, dengan nilai US$ 367 juta atau sekitar Rp 3 triliun. Jumlahnya 371 ribu ton

Taiwan, dengan nilai US$ 312 juta atau sekitar Rp 3 triliun. Jumlahnya 310 ribu ton

Rusia, dengan nilai US$ 261 juta atau sekitar Rp 2 triliun lebih. Jumlahnya 277 ribu ton

China, dengan nilai US$ 257 juta atau sekitar Rp 2 triliun lebih. Jumlahnya 245 ribu ton

Sisanya dari negara lain, dengan nilai US$ 1,05 miliar atau Rp 10 triliun lebih. Jumlahnya 1,01 juta ton. (detikfinance/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru