Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 26 Juni 2026

Korban Tewas Gempa Italia Jadi 247 Orang, Ratusan Luka-luka

- Jumat, 26 Agustus 2016 11:58 WIB
429 view
Korban Tewas Gempa Italia Jadi 247 Orang, Ratusan Luka-luka
SIB/Indowarta.com
HANCUR LEBUR: Seorang warga menyaksikan kompleks pagoda dan kuil yang hancur lebur setelah gempa mengguncang Myanmar, Rabu (24/8).
Roma (SIB)- Korban jiwa terus bertambah akibat gempa dahsyat yang mengguncang Italia bagian tengah. Sejauh ini, sebanyak 247 orang dipastikan tewas usai gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) tersebut. Menurut Departemen Perlindungan Sipil di Roma seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/8), berdasarkan angka yang disampaikan pejabat-pejabat lokal, sebanyak 190 orang tewas di provinsi Rieti dan 57 orang lainnya tewas di provinsi Ascoli Piceno.
Disebutkan para pejabat itu, ratusan orang lainnya luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Sejumlah orang juga masih tertimpa puing-puing bangunan menyusul gempa yang terjadi pada Rabu, 24 Agustus sebelum fajar waktu setempat. Saat ini para petugas penyelamat masih terus berupaya menemukan para korban yang tertimpa puing-puing bangunan. Bahkan mereka bertekad untuk terus bekerja hingga malam hari guna menemukan para korban.

Sebelumnya, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengingatkan, bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah. Hal itu disampaikannya setelah mendatangi desa Amatrice yang mengalami kerusakan parah akibat gempa.

Gempa ini membuat puluhan bangunan ambruk di wilayah-wilayah dekat pusat gempa. Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS menyatakan, gempa ini mengguncang dekat kota Norcia, di wilayah Umbria pada sekitar pukul 03.36 waktu setempat. Gempa ini juga dirasakan warga di ibukota Roma, yang berjarak sekitar 170 kilometer dari pusat gempa. Gempa membuat warga panik dan berlarian keluar dari rumah mereka.

Di tengah wilayah bencana, lusinan petugas layanan gawat darurat dan sukarelawan terus mencari korban selamat yang diduga masih ada di sana. Para petugas dan sukarelawan bekerja sepanjang malam, dengan harapan masih ada warga yang selamat. Meski gempa terjadi di kawasan pedesaan Umbria, Marche dan Lazio, sebagian besar korban berasal dari kota Roma. Sebab, banyak rumah di ketiga kawasan itu adalah milik warga Roma yang menempatinya hanya di saat  liburan musim panas.

Ini merupakan gempa terkuat di Italia setelah yang menimpa kota L'Aquila pada 2009 dan menewaskan sekitar 300 orang. Guncangan gempa ini bisa dirasakan hingga Roma yang berjarak 150 kilometer dari pusat gempa. Gempa ini mengakibatkan pemerintah Roma memerintahkan pemeriksaan struktur bangunan bersejarah Colloseum.

187 pagoda rusak
Gempa bumi 6,8 SR yang mengguncang Myanmar menyebabkan sedikitnya 187 pagoda dan kuil kuno rusak. Otoritas Myanmar mengerahkan sejumlah besar personel kepolisian dan tentaranya untuk melindungi pagoda dan kuil yang rusak itu. Kerusakan dan dampak gempa terhadap warga setempat, menurut otoritas setempat, tidak terlalu besar. Laporan kerusakan justru banyak muncul dari pagoda terkenal yang banyak terdapat di Myanmar bagian tengah.

Pusat gempa terletak tak jauh dari Bagan, yang merupakan situs arkeologi terkenal di Myanmar. Terdapat sekitar 2 ribu - 3 ribu pagoda di wilayah Bagan, yang dibangun pada abad ke-11 hingga abad ke-13 silam. Bagan sendiri dikenal sebagai 'Kota 4 Juta Pagoda'.

Satu skuadron polisi dan sejumlah truk berisi personel militer dikerahkan ke sejumlah lokasi pagoda yang rusak. Beberapa saksi mata Reuters mengaku melihat truk tentara bergerak ke Badan pada Kamis (25/8) pagi. Sedangkan polisi mulai menjaga pagoda kuno yang mengalami kerusakan parah. Pagoda-pagoda yang rusak rencananya akan diperbaiki dalam beberapa waktu ke depan.

"Saya sangat sedih karena pagoda kuno kami rusak dan beberapa roboh sekarang. Saya harap hal seperti ini tidak terjadi lagi," terang Aung Naing Win (32), warga Bagan yang berprofesi sebagai pembuat kerajinan. "Tapi mungkin otoritas setempat seharusnya membiarkan pagoda yang rusak, tidak diperbaiki agar generasi masa depan bisa melihat bencana semacam ini pernah terjadi," imbuhnya.

Otoritas setempat menyebut, tiga orang tewas akibat gempa yang mengguncang Myanmar pada Rabu (24/8) sore ini. Ketiga korban tewas terdiri atas seorang pria berusia 22 tahun yang tewas tertimpa reruntuhan pabrik rokok di wilayah Pakokku dan dua anak perempuan berusia 7 dan 15 tahun, yang tewas tertimpa puing pagoda yang roboh di Yenanchaung, sebelah barat Chauk. Gempa 6,8 SR ini berpusat di dekat kota Chauk, sebuah kota dekat Sungai Irrawaddy yang berjarak beberapa ratus kilometer sebelah barat laut dari Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw. (Detikcom/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru