Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 10 Agustus 2026

Pelaku Penusukan Anggota Paspampres Ditangkap di Madura

* Polisi Sudah Ketahui Pelaku Penyiram Novel
- Selasa, 02 Mei 2017 10:19 WIB
746 view
Jakarta (SIB)- Aparat Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap salah satu pelaku penusukan dua anggota Paspampres. Pelaku bernama Rosul (25) itu ditangkap di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

"Betul, satu orang sudah kami tangkap atas nama Rosul di kampungnya di Madura tadi malam," ujar Kapolres Jakpus Kombes Suyudi Ario Seto, Minggu (30/4).

Rosul ditangkap tim gabungan Polres Jakarta Puat dan Polsek Gambir di Bangkalan, Madura pada Sabtu 24 April 2017 sekitar pukul 19.00 WIB.
"Saat ini yang bersangkutan masih kami periksa intensif," imbuh Suyudi.

Seperti diketahui, dua anggota Paspampres ditusuk di Jl Kesehatan, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat pada tanggal 24 April lalu. Saat itu korban Praka Fata Kudu melintas di lokasi kemudian terlibat percekcokan dengan pelaku.

Korban kemudian terlibat perkelahian dengan para pelaku. Selanjutnya korban meminta bantuan temannya, namun temannya juga dianiaya oleh para pelaku. Suyudi mengatakan, pelaku berjumlah tiga orang. Saat ini polisi masih memburu dua orang pelaku lainnya.

Dipicu Suara Knalpot
Dari penangkapan pelaku bernama Rosul (25), terkuak motif penusukan yang diawali percekcokan tersebut.

"Menurut tersangka, (motifnya) karena sewaktu korban Praka Fata Kudus melintas di lokasi dengan mengendarai motor, menggeber gas motornya," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto.

Peristiwa itu terjadi tanggal 24 April malam lalu. Saat itu, korban Fata Kudus melintas dengan mengendarai motor di Jl Kesehatan, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, sambil menggeber knalpotnya.

"Kemudian diteriaki oleh pelaku atas nama Herman, sehingga korban tidak terima lalu mendatangi Herman dan kemudian melakukan pemukulan terhadap Herman," sambungnya.

Melihat hal itu, tersangka Heri dan Rosul mendekati korban dan memohon agar berhenti memukulinya. Di saat bersamaan, teman korban Pratu Rico Candra Pasaribu datang menghampiri mereka dan ikut memukul para pelaku hingga para pelaku menderita luka yang cukup parah.

Karena tidak ingin melihat hal tersebut terus terjadi, tersangka Rosul kemudian mengambil gancu pemecah es yang ada di dekatnya. Ia kemudian menusuk kedua anggota Paspamres tersebut dan selanjutnya tersangka bersama kedua rekannya melarikan diri.

"Untuk dua pelaku Herman dan Heri masih kita kejar. Rosul ditangkap di Bangkalan, Madura, tadi malam," pungkasnya.

Polisi Sudah Ketahui
Polisi masih memburu pelaku penyiraman air keras penyidik senior KPK Novel Baswedan. Polri sudah mengetahui siapa pelakunya namun belum bersedia mempublikasikannya.
"(Pelaku) tidak hanya dikantongi, tapi sudah diketahui," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto usai jumpa pers bersama SBSI 1992 di Gedung Juang 45 Menteng, Jl Cikini Raya, Jakarta.

Setyo juga menjelaskan mengapa pengungkapan kasus Novel Baswedan lambat sekali. Menurutnya, lambat atau cepatnya suatu kasus terungkap tergantung barang bukti yang ditemukan.

"Saya nanti cek ke penyelidik dan penyidiknya karena satu kasus itu belum tentu secara cepat bisa diketahui kadang juga lama kadang juga cepat tergantung dari alat bukti yang ditemukan di lapangan," ucapnya.

Setyo menegaskan, pelaku penyiraman Novel sedang dalam tahap pengejaran. Dia tidak mau membeberkan di titik mana saja pelaku tersebut dikejar.
"Saya belum dapat laporan, intinya kita tetap melakukan pengejaran karena kemarin kita tetap lakukan penyelidikan untuk mendapatkan pelaku," ujarnya.
Segera Bekuk

Sementara itu, meski menjalani perawatan, di salah satu rumah sakit di Singapura, Novel terus mengikuti perkembangan KPK dan penanganan kasus e-KTP.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, Novel berharap kepolisian dapat mengungkap dan membekuk penerornya. Tak hanya pelaku penyiram air keras, Novel juga berharap kepolisian dapat membekuk otak dibalik teror terhadap dirinya.

"Novel mendengar dan mengikuti perkembangan KPK dan penanganan kasus e-KTP. Novel berharap pelaku penyerangan dan mastermind dari teror tersebut dapat diungkap seterang-terangnya," kata Febri di Jakarta, Sabtu (29/4).

Novel menyatakan, pengungkapan aksi teror ini penting terhadap perjuangan pemberantasan korupsi di Indonesia. Dengan pengungkapan teror ini diharapkan tidak ada lagi serangan dan teror dalam bentuk apapun kepada pegawai KPK maupun aktivis antikorupsi.

"Hal ini penting agar teror dan serangan dalam berbagai bentuk tidak terulang kembali pada pegawai KPK lainnya ataupun semua pihak yang berjuang dalam garis pemberantasan korupsi," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Febri menyampaikan ucapan terima kasih Novel atas perhatian dan dukungan masyarakat Indonesia kepadanya.
"Diucapkan juga terimakasih terhadap perhatian dan dukungan banyak pihak di Indonesia," katanya.

Terkait kondisi kesehatan Novel, perawatan penyidik dari kepolisian tersebut diprediksi akan berlangsung lama. Terutama untuk memulihkan mata bagian kiri.

"Untuk mata kiri (Novel), dokter menyampaikan dibutuhkan waktu cukup lama untuk pulih," ungkap Febri.

Febri menyampaikan, tim dokter melakukan empat tindakan terhadap mata Novel dan satu tindakan lainnya berupa tes membaca huruf dan angka. Dari serangkaian tindakan tersebut, penglihatan mata kanan dan kiri Novel masih relatif sama. Namun, pertumbuhan selaput putih bagian mata kiri masih berlangsung lambat. Sementara pada bagian mata kanan sudah nampak adanya pertumbuhan jaringan kornea.

"Penglihatan mata kanan dan kiri masih telatif sama. Namun pertumbuhan jaringan kornea di mata kanan sudah terjadi di bagian samping kiri dan kanan mata. Sedangkan pertumbuhan selaput putih di mata sebelah kiri masih lambat," ungkapnya.

Novel diketahui diteror oleh dua orang tak dikenal dengan disiram air keras usai menjalani shalat subuh di masjid sekitar rumahnya, Selasa (11/4). Akibat peristiwa ini, dua kelopak mata dan kening Novel mengalami luka serius. Novel sempat dirawat di ICU RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Rumah Sakit Jakarta Eye Centre (JEC) hingga akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Singapura pada Rabu (12/4) untuk dirawat intensif. (detikcom/SP/l/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru