Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026

Biaya Proyek Tanggul Aek Sigeaon Taput Misterius, Rp27 M atau Rp15 M?

* BWSS II: Proyek Sudah Selesai Dikerjakan
- Kamis, 06 Juli 2017 09:52 WIB
703 view
Biaya Proyek Tanggul Aek Sigeaon Taput Misterius, Rp27 M atau Rp15 M?
Ilustrasi.
Medan (SIB) -Proyek pekerjaan atau perbaikan tanggul Aek Sigeaon di Tapanuli Utara (Taput) oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS-II) Medan, dipertanyakan dengan serius karena biaya proyeknya terkesan misterius atas adanya perbedaan ekspose anggaran (APBN), Rp27 miliar dan Rp15 miliar.

Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapkindo) Sumut Ir Mandalasah Turnip SH, dan Kordinator Tim Monitoring Pembangunan Sumber Daya Air Sumut Ir Ridwan Fajar Lubis, menyebutkan, misteri biaya proyek tanggul Aek Sigeaon itu terkait dengan progres pekerjaan antara item perbaikan lanjut saja senilai Rp15 miliar pada tanggul hanya sepanjang 1 kilometer, atau item pembangunan sarana pengendali sedimen (groundsill) dan sekaligus perbaikan tanggul sungai dengan biaya Rp27 miliar.

Berapa sebenarnya biaya atau anggaran untuk proyek Tanggul Aek Sigeaon itu?  Di satu sisi, atas temuan dan ekspose anggota DPRDSU Ir Juliski Simorangkir pada Maret lalu, terungkap biayanya mencapai Rp27 miliar. Di pihak lain, BWSS menyebutkan biaya proyek itu hanya Rp15 miliar dan itu pun pelaksanaannya di-sub-kan ke perusahaan lain, PT 'HA'. Ini bisa jadi misteri, berapa sebenarnya biayanya dan apa saja item pekerjaan tanggul itu," ujar mereka kepada pers di Medan, Selasa (4/7).

Misteri biaya proyek pembangunan tanggul Aek Sigeaon itu sering menjadi pertanyaan publik karena belum mengetahui posisi proyek yang sudah selesai dikerjakan tetapi belum terpublisir serah terima (PHO)-nya antara pihak pelaksana (kontraktor) dengan penyelenggara proyek (BWSS-II).

Kepala BWSS-II Medan, Baru Panjaitan ST MT, melalui Kepala Sakter Bendung Ir Posma Samosir menyebutkan, pekerjaan tanggul Aek Sigeaon memang sudah selesai dikerjakan, namun tidak dijelaskan kapan diserah-terimakan.

"Itu proyek perbaikan tanggul Aek Sigeaon sudah selesai dikerjakan dan sudah serah terima. Soal berapa dana atau biayanya, tanya ke Jinto Lumbanbatu ya, dia yang tahu karena dia Satker-nya itu," ujar Posma melalui telepon kepada SIB, Selasa petang (4/7).

Namun, Jinto Lumbanbatu dan staf Juhendra Sirait, tidak bisa dikonfirmasi lanjut karena tidak mengangkat HP ketika ditelepon dan tidak membalas pesan singkat (SMS).

Pekerjaan atau proyek perbaikan tanggul Aek Sigeaon sepanjang 1.220 meter (mulai batas Desa Sait Nihuta hingga Desa Pardangguran) yang dikerjakan pada 2015 lalu, tercatat dengan masa kerja 210 hari kalender. Proyek itu juga pernah diprotes masyarakat karena pekerjaan bronjongnya diklaim tidak padat susunan batunya sehingga tanggul rawan jebol. (A04/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru