Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

KPK: Pejabat Baru Kabinet Kerja, Jangan Lupa LHKPN

* Harta Moeldoko Rp34 M, Idrus Marham Rp10 M
- Selasa, 23 Januari 2018 11:09 WIB
419 view
KPK: Pejabat Baru Kabinet Kerja, Jangan Lupa LHKPN
Jakarta (SIB)- Politikus senior Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mulai mengemban amanah baru sebagai Ketua DPR. KPK mengimbau agar Bamsoet segera memperbarui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

"Setelah menduduki jabatan baru mengacu ke Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentu wajib melaporkan LHKPN," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Kamis (18/1) malam.

Menurut Febri, pelaporan LHKPN sebagai salah satu bentuk pencegahan korupsi.

Sebelumnya, Bamsoet mengaku sudah memiliki mobil Tesla yang belum dilaporkan ke KPK. Di LHKPN yang dilaporkan pada 2016, Bamsoet melaporkan punya sederet kendaraan 'bermerek'.

Sejumlah tunggangan Bamsoet itu dari motor Harley-Davidson, mobil Hummer H2, mobil Toyota Vellfire, mobil Land Rover, mobil Bentley Mulsanne, mobil Jeep Rubicon, mobil Porsche Cayenne, mobil Ferrari California, mobil Rolls-Royce Phantom, mobil Toyota Fortuner, dan mobil Mercedes-Benz S400.

Totalnya senilai Rp 18.770.000.000. Tetapi, tidak ada mobil Tesla yang dilaporkan Bamsoet dalam LHKPN. Dia akan melaporkannya ke KPK dalam waktu dekat.
"Belum, nanti (dilaporkan). Ada yang saya jual ada yang saya beli. Saya jual Aplhard, beli Tesla. Karena saya harus memulai kendaraan yang selain hemat energi juga hemat lingkungan," kata Bamsoet di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Sumbang Seluruh Gajinya
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) merasa prihatin terhadap kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Bamsoet akan menyumbangkan seluruh gajinya untuk membantu warga di Asmat.

"Saya akan menyumbangkan gaji saya selama periode saya. Saya punya waktu 18 bulan dan saya serahkan seluruh gaji saya. Tapi siapa yang menampungnya itu belum tahu," kata Bamsoet di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/1).

Ia mengatakan saat ini tengah berusaha membangun aksi solidaritas untuk membantu menangani KLB di Asmat. Bamsoet mengajak anggota Dewan berpartisipasi dalam aksi solidaritas itu.

"Terkait dengan DPR, saya ingin menggalang solidaritas Asmat kepada masyarakat dan seluruh anggota Dewan. Tapi saya belum tahu formatnya gimana," ujarnya.

"Saya sudah komunikasi dengan para tokoh lintas agama untuk mencarikan jalan keluar lakukan penggalangan solidaritas Asmat ini," sambung Bamsoet.
Bamsoet mengaku sudah menyampaikan niat ini kepada Menteri Sosial (Mensos) yang baru, yaitu mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Ia meminta bantuan Idrus menghimpun sumbangan dana yang akan dikirimkan oleh para anggota Dewan.

"Ya pasti saya sudah berkomunikasi dengan mantan Sekjen Golkar. Saya bilang coba cari formatnya, kami ingin menggalang solidaritas di sini sebagai anggota DPR. Anggota 560 ini jangan hanya terlalu berdebat dengan pasal-pasal. Sekali-kali melongok pada kesusahan rakyat. Kalau tidak sempat ke sana ya kirim saja sumbangannya," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, KLB campak dan gizi buruk yang menimpa wilayah Kabupaten Asmat menyebabkan 63 warga meninggal.

Menurut laporan, 59 korban meninggal akibat KLB campak dan gizi buruk di Asmat, bahkan sempat tak menerima perawatan yang memadai. Hal ini terjadi karena korban meninggal tersebut berada di pedalaman Distrik Fayit, Aswi, dan Pulau Tiga. Tiga korban lain meninggal di Rumah Sakit Agats, ibu kota Kabupaten Asmat. (detikcom/d/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru